Agustiar-Fairid Dipasang Kain Ulos

PENGHARGAAN: Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran dan Wali Kota Fairid Naparin dipasangkan kain ulos dari Ketua Lembaga Kerukunan Masyarakat Batak di Betang Hapakat, belum lama ini.

Pesta Seni Budaya Batak di Rumah Betang

PESTA seni budaya Batak tahun ini sungguh punya maksna tersendiri. Mereka menggelarnya di Betang Hapakat Jalan RTA Milono, belum lama ini. Ketua Lembaga Kerukunan Masyarakat Batak Kalimantan Tengah Ir JMT Pandiangan memastikan warganya siap berkontribusi untuk pembangunan di Bumi Tambun Bungai ini.

Apalagi mereka adalah warga yang cinta damai, menjunjung tinggi keragaman dan adat istiadat setempat. Buktinya Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng H Agustiar Sabran S IKom mendapat penghargaan dengan dipasangkan kain ulos. Itu adalah symbol penghargaan tinggi dari masyarakat Batak.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin juga mendapatkan hal yang sama. Ulos Sibolang Sitolu Tuho adalah salah satu jenis ulos yang dipakai sebagai indentitas bagi kalangan terhormat pada tokoh orang Batak. Ulos yang dipakai mempunyai jenis dan maknanya. Ulos sibolang termasuk jenis ulos yang tinggi kedudukannya dan dipakai oleh raja atau pimpinan.

Selain mendapatkan ulos, wali kota juga mendapatkan tongkat tunggal panaluan utama. Tongkat yang diukir dari kayu pilihan dan biasanya diberikan kepada raja-raja atau pemimpin sebagai symbol kekuatan, kehormatan dan keagungan raja di suatu tempat atau wilayah.

Walikota juga menerima tali pinutor adalah tali yang terbuat dari kain tiga warna yang diikatkan dikepala dengan makna hitam symbol pemimpin, merah symbol pemberani dan putih symbol kesucian. “Ada 3.500 mahasiswa batak yang sekolah dan berkuliah di Palangka Raya dan menjadi warga walikota Palangka Raya. Mohon bimbingan dari wali kota untuk mereka, ” kata Pandiangan. (nue/ala)

628 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.