Belajar Menulis dan Memahami Pentingnya Ketahanan Pangan di Perkotaan

Belajar Menulis dan Memahami Pentingnya Ketahanan Pangan di Perkotaan

PWI Kalteng Kunjungi Mini Agrowisata di Surabaya

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah (Kalteng) bertekad untuk berkarya bagi Bumi Tambun Bungai. Mereka tak menyia-menyiakan kunjungan ke Surabaya dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019, baru-baru ini.


SELAIN mengikuti semua acara yang diagendakan panitia HPN, pengurus PWI dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kalteng juga menyempatkan diri mengunjungi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Jumat (8/2).

“Kami mau belajar bagaimana Pemkot mendorong masyarakat tergerak untuk mengembangkan usaha pertanian dan peternakan di lahan perkotaan, seperti di Kota Surabaya ini,” kata Plt. Ketua PWI Sadagori Ririn Binti.
Dia berharap pihaknya bisa menulis dan belajar supaya pemerintah Kota Palangka Raya bisa membangun serta mengelola areal agrowisata semacam itu. Apalagi lahan-lahan yang ada di Kota Palangka Raya lebih luas dan banyak yang belum dimanfaatkan.

Rombongan diterima Kabid Pertanian DKPP Kota Surabaya H Rachmat. Rombongan diajak melihat langsung proses pengembangan usaha pertanian dan peternakan di areal Miniagrowisata pada Kompleks Kantor DKPP Jalan Pagesangan II, Surabaya itu.

“Miniagrowisata ini merupakan wadah percontohan budidaya aneka tanaman pangan, obat-obatan, dan hewan ternak. Ini adalah tempat pembelajaran terpadu mengenai budidaya pertanian, perikanan, dan peternakan bagi masyarakat di lingkungan perkotaan,” jelasnya.

Melalui wahana yang dibangun sejak tahun 2002 lalu, Pemkot Surabaya mengajak masyarakat untuk belajar dan mengenal tentang pentingnya ketahanan pangan dan menjaga keanekaragaman hayati di lingkungan perkotaan.
Ada area pertanian sayuran dalam polibag, greenhouse tanaman sayuran, greenhouse surjan tanaman buah, greenhouse tanaman hasil kultur jaringan, greenhouse tanaman obat keluarga, kolam terapi ikan, dan zona outbond untuk anak-anak.

Pada lahan seluas 6.000 meter persegi ini itu pengunjung bisa menikmati wisata edukasi perkebunan khas perkotaan. Ada berbagai macam tanaman, tumbuhan, dan sayuran tumbuh di sini seperti tabulampot, budidaya aggrek, dan juga tanaman budidaya hidroponik.

Selain bermacam tanaman hortikultura, ada juga budidaya berbagai macam ternak seperti ayam petelur, kelinci pedaging, dan kambing. Pada selokan mini agrowisata tersebut juga dijadikan tempat budidaya ikan nila.

Bagi pengunjung yang pegal-pegal pun tak usah khawatir karena ada ikan terapi yang siap memijit kaki pengunjung. Sejumlah pengurus PWI Kalteng yang juga ditemani pengurus PWI Kapuas juga ikut merasakan pijatan ikan. (ron-kpfm)

427 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.