SABYAN GAMBUS – YA ROMDHON

Sabyan Gambus

Kenangan masa lampau yang baik, terkadang akan selalu menjadi memori yang tersimpan dengan manis. Dan setiap hadirnya momentum masa silam di masa kini, kenangan itu akan selalu hadir. Gak melulu soal cinta. Keindahan bulan Ramadhan yang penuh berkah pun bisa menjadi momentum yang selalu hadir, ketika bulan terbaik dari seluruh bulan itu hadir menyapa umat muslim di seluruh dunia.

Puji-pujian ilahi yang selalu menggema di setiap malam bulan Ramadhan. Surau-surau yang selalu terisi dengan aktifitas relijus. Anak-anak kecil yang menghadirkan gema tetabuhan hingga doa-doa yang selalu terucap disetiap langkah, menjadi ingatan yang menancap hingga kini. Sudut-sudut desa hingga kota, terasa begitu semarak, jika bulan Ramadhan memeluk umatnya.

Kenangan-kenangan ini lah yang coba dihadirkan oleh kelompok musik pop reliji yang hits dikalangan anak muda, Sabyan Gambus. Baik Nissa, Annisa, Ayus, Kamal, Tubagus dan Sofwan sepakat bahwa momentum Ramadhan di masa lalu selalu berkesan di dalam sanubarinya. Alhasil, ketika bulan penuh Rahmat ini hadir, doa-doa terbaiklah yang siap disampaikan mereka kepada sang pencipta.

“Ya, saya selalu terkenang dengan syair-syair indah yang dibawakan saat di mushola atau masjid yang ada di pelosok desa. Dan syair ini, menjadi bagian dari doa-doa yang sering terucap dikala Ramadhan,” jelas Ayus, dedengkot Sabyan Gambus.

Ya Romdhon menjadi lagu pilihan mereka yang paling gres, khususnya bagi para penikmat musik tanah air. Syair sarat makna, diaransemen ke dalam komposisi yang menyentuh. Untuk dijadikan sebuah output musikal yang khidmat dan syahdu.

“Karena syair ini begitu akrab ditelinga, akhirnya kita mencoba menghadirkannya ke dalam sebuah lagu. Lagu yang sesuai dengan notasi vokal Nisa. Dan tentunya aransemen yang sesuai dengan karakter Sabyan,” tambahnya.

Dan pada akhirnya, sebuah doa yang diaplikasikan ke dalam nada-nada yang indah akan terasa lebih mudah diterjemahkan. Keinginan untuk mencari makna dari doa itu akan lebih besar. Harapan ini yang ingin disampaikan kelompok yang aktif mulai tahun 2015 ini.

“Doa-doa yang pernah kita dengar, kemudian kita rangkai menjadi nada-nada yang easy listening, harapan kita kaum muda jadi tau doa-doa yang kita lantunkan. Sehingga mereka ingin tahu lebih dalam lagi,” tutupnya. (PR-SMD Rec)

49 Views

About The Author

Related posts