6 Penyebab Badan Lemas Setelah Bangun Tidur

Rabu, 04 September 2019 – 04:06 WIB

jpnn.com – Saat akan beristirahat atau tidur Anda pasti berharap akan mendapatkan kondisi badan yang jauh lebih segar ketika terbangun nanti. Namun yang terjadi, tak jarang Anda justru merasakan badan lemas setelah bangun tidur.

Mungkin, sebagian orang berpikir bahwa penyebab badan lemas setelah bangun tidur adalah waktu istirahat yang kurang. Nyatanya, kondisi tersebut tak cuma disebabkan oleh kurangnya waktu tidur. Mulai dari gangguan kesehatan hingga kebiasaan buruk, semuanya dinilai memberi pengaruh terhadap kualitas fisik pasca terlelap.

Bukan soal waktu tidur yang kurang

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, salah satu faktor yang kerap menjadi penyebab utama badan lemas setelah bangun tidur bukanlah soal durasi, melainkan kualitas tidur yang tak terjaga. Ketika kualitas tidur tak terjaga atau sering terbangun, maka seluruh organ dalam tubuh pun tak bisa beristirahat dengan maksimal.

Alhasil, ketika terbangun, bukannya segar, tubuh malah jadi lemas tak keruan. Menurunnya kualitas tidur tersebut juga bisa dipengaruhi oleh mimpi. Biasanya, setelah bermimpi buruk, orang akan terbangun dan akan membutuhkan waktu untuk kembali tertidur.

Selain itu, perasaan gelisah yang muncul akibat mimpi buruk kerap membuat Anda terbangun dalam kondisi jantung yang berdebar-debar. Oleh karenanya, pada akhirnya mimpi buruk bisa membuat Anda merasa lelah saat terbangun. Anda pun merasa seperti tak cukup beristirahat, padahal durasi tidur ideal mungkin sudah tercukupi.

Penyebab lain badan lemas setelah bangun tidur

Terlepas dari masalah kualitas tidur yang kurang baik serta adanya pengaruh mimpi, ada beberapa kebiasaan buruk lain yang menjadi penyebab badan lemas, yaitu:

1. Tak kelola stres dan memikirkan banyak hal sebelum tidur

Dikatakan oleh dr. Theresia, memikirkan banyak hal di malam hari akan membuat otak terus bekerja. Hal ini bisa memicu perubahan suasana hati, sehingga keinginan untuk tidur teralihkan. Alhasil, “beban” tersebut terbawa, memicu mimpi, membuat sering terbangun, dan akhirnya membuat badan lemas setelah bangun tidur.

2. Konsumsi kafein berlebih

Mengonsumsi kafein terlalu banyak, terutama pada sore dan malam hari, akan membuat peminumnya “melek” saat mau tidur.  Tak cuma itu, kopi juga bersifat diuretik, sehingga akan membuat Anda lebih sering buang air kecil dan dehidrasi. Jadi, kopi membuat badan lemas dengan dua cara, yaitu mengurangi waktu tidur Anda dan membuat Anda kekurangan cairan tubuh.

3. Terlalu banyak makan makanan “berat” di malam hari

Acara-acara penting memang sering dilakukan pada malam hari. Namun, Anda tetap harus mengontrol porsi makan agar tak membuat tubuh bekerja keras untuk mencerna makanan tersebut. Kalau tubuh bekerja keras untuk mencerna makanan saat Anda tidur, otomatis organ dalam juga tak beristirahat. Hal ini bisa membuat badan Anda lemas setelah bangun. “Lagi pula, makanan berat yang dikonsumsi pada malam hari juga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kalau sudah begitu, sesak, nyeri dada, dan badan lemas pun akan dirasakan oleh penderitanya,” jelas dr. Theresia.

4. Tekanan darah rendah

Badan lemas setelah bangun tidur kerap dirasakan oleh penderita tekanan darah rendah atau hipotensi. Pasalnya, tekanan darah rendah akan mengganggu sirkulasi oksigen ke otak yang membuat penderitanya sering merasa lemas, termasuk saat bangun tidur.

5. Anemia

Tekanan darah rendah dan anemia itu berbeda. Anemia adalah kurangnya kadar hemoglobin dalam darah seseorang. Namun, baik penderita tekanan darah rendah maupun anemia, sama-sama sering merasakan lemas.

6. Hipoglikemia

Kadar gula darah yang tinggi memang berbahaya, tetapi itu juga berlaku untuk kadar gula darah yang terlampau rendah. Sebab, tak cuma bisa membuat badan lemas setelah bangun tidur, mereka pun bisa sampai kehilangan kesadaran.

Itulah beberapa penyebab badan lemas setelah bangun tidur. Sebenarnya, dari kesehatan fisik, tak cuma hipoglikemia, anemia, dan hipoglikemia yang menjadi penyebabnya. Jika sedang terserang penyakit lain, biasanya tubuh juga akan seperti itu.

Hanya saja, kondisi itu disertai pula dengan gejala lain, misalnya demam, sakit kepala, pegal-pegal, dan nyeri, tergantung jenis penyakitnya.(MS/RVS/klikdokter)

16 Views

About The Author

Related posts