Benarkah Makanan Bisa Jadi Penyebab Mimpi Buruk?

Tidur dalam kondisi perut lapar. Foto: Andrey_Popov/Shutterstock

jpnn.com – Mimpi buruk bisa membuat tidur Anda tak tenang dan jadi mudah terbangun karena kaget. Akibatnya, kualitas tidur Anda jadi berkurang saat bangun di pagi hari. Ternyata makanan yang Anda konsumsi sebelum tidur bisa jadi penyebab mimpi buruk yang Anda alami tersebut.

Kaitan antara makanan dan mimpi buruk sudah beberapa kali dijadikan topik penelitian. Sebagai contoh, ada penelitian yang meneliti menu burger sebuah restoran siap saji yang dinamai “Nightmare Burger”, yang diklaim bisa menyebabkan mimpi buruk pada siapa saja yang menyantapnya.

Sebanyak 100 orang partisipan menyantap burger yang mengandung: daging giling, daging dada tanpa tulang, keju leleh, potongan tebal bacon, mayones, bawang bombai, dan roti wijen hijau. Penelitian berlangsung selama sepuluh hari.

Setelah sepuluh hari berlalu, Dr. Jose Gabriel Medina, spesialis obat tidur dan peneliti utama studi mengatakan dalam sebuah rilis pers, bahwa kombinasi protein dan keju dalam burger adalah alasan di balik mimpi buruk yang dialami. Diungkapkan bahwa sebagian besar partisipan mengalami mimpi buruk rata-rata 3,5 kali lebih sering ketimbang biasanya.

Apakah makanan benar-benar bisa sebabkan mimpi buruk?

Dilansir dari Healthline, Tore Nielsen, PhD, profesor psikiatri dan direktur Dream and Nightmare Laboratory at Sacré-Coeur (Sacred Hearth) Hospital, Kanada, juga sebelum pernah melakukan penelitian serupa pada 2015.

Hasil penelitiannya yang dipublikasikan di jurnal kedokteran “Frontiers in Psychology” menyebutkan, 17,8 persen dari hampir 400 partisipan melaporkan bahwa mimpi mereka dipengaruhi makanan yang mereka konsumsi pada malam hari.

Makanan yang paling banyak dituding adalah produk susu. Namun, beberapa partisipan juga melaporkan makanan lainnya seperti makanan manis, makanan pedas, makanan berpati, serta daging.

Partisipan hanya melaporkan mimpi yang ganjil atau menggelisahkan, jadi ada kemungkinan bahwa makanan bisa memicu jenis mimpi lainnya, seperti melibatkan seks, terbang, jatuh, makan, atau minum.

Kenapa makanan bisa jadi penyebab mimpi buruk?

Mimpi terjadi ketika Anda memasuki fase rapid eye movement (REM). Pada fase yang terjadi sekitar 90 menit setelah tidur itu, Anda tidak akan sadar lagi dengan kondisi sekitar. Pada awal-awal waktu tidur, fungsi kerja organ tubuh melambat. Nah, ketika masuk ke fase REM, fungsi kerja organ kembali aktif.

Ketika fungsi kerja organ kembali aktif, otomatis otak juga bekerja dan bereaksi terhadap makanan yang sebelumnya dikonsumsi sebelum tidur. Makanan akan mulai dicerna dan diserap tubuh, sehingga kandungan makanan tersebut memicu reaksi dalam tubuh.

 

Dikatakan oleh Dr. Tore, susu dan produk olahannya, daging (sumber protein tinggi), makanan pedas, dan makanan manis termasuk ke daftar makanan penyebab mimpi buruk.

Lemak dan protein merupakan nutrisi yang membutuhkan waktu lama untuk dipecah dan dicerna oleh tubuh, sedangkan makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh. Padahal ketika tidur, suhu tubuh harus lebih rendah. Adanya peningkatan suhu tubuh ditambah dengan beratnya kerja sistem pencernaan bikin tubuh jadi lebih gelisah!

Pada akhirnya, otak mendapat sinyal dari hal-hal tersebut dan mempercepat proses metabolisme, sehingga aktivitas otak akan semakin aktif selama tidur. Saking aktifnya, otak menganggapnya sebagai ancaman atau gangguan dan alam bawah sadar akhirnya menafsirkan kesibukan tersebut menjadi sebuah mimpi buruk.

Baiknya jangan mengonsumsi makanan yang terlalu berat pada malam hari. Jika telanjur, berikan jeda setidaknya 3 jam sebelum Anda beranjak ke kasur. Akan lebih baik jika kerja otak dan sistem pencernaan terjadi saat Anda masih terjaga, sehingga tubuh tidak gelisah dan otak salah menafsirkannya menjadi mimpi buruk.(klikdokter)

 

175 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.