Hobi Makan Junk Food Bisa Memicu Kebutaan?

jpnn.com – Sudah bukan rahasia kalau terlalu sering makan junk food bisa memicu kegemukan dan mengganggu pencernaan. Akan tetapi, baru-baru ini, sebuah laporan menunjukkan bahwa terlalu sering makan junk food ternyata bisa menyebabkan kebutaan. Laporan ini merujuk pada peristiwa yang tengah dialami remaja berusia 17 tahun di Inggris. 

Dia diketahui mengalami kebutaan setelah mengonsumsi junk food selama bertahun-tahun. Dalam artikel yang dikutip dari WebMD, sang remaja bertahun-tahun hanya makan keripik kentang, kentang goreng, potongan daging dingin, dan roti putih. Menariknya, meski kebiasaan makannya buruk, indeks massa tubuhnya tetap normal. 

Akan tetapi, remaja itu kekurangan vitamin dan mineral penting. Dia mengalami anemia, kepadatan mineral tulang yang buruk, serta rendahnya kadar vitamin B-12, vitamin D, tembaga, dan selenium.

Lantas, bagaimana tanggapan medis mengenai hal ini?

Junk food picu kebutaan?

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, makan junk food tidak serta-merta membuat anak jadi buta. Akan tetapi, makan junk food secara terus-menerus perlahan-lahan akan memengaruhi sistem jaringan tubuh anak, termasuk pada saraf mata anak. Hal ini juga ditambah oleh minimnya asupan nutrisi yang didapatkan anak karena selalu makan junk food. 

“Karena tidak mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang cukup, sistem kerja tubuh anak juga menjadi tidak maksimal. Hal ini berpengaruh pada seluruh tubuh, termasuk pada kondisi kesehatan mata anak,” ujar dr. Karin. 

Selain itu, dikutip dari laman WebMD, seorang penulis studi bernama Denize Atan juga membuktikan bahwa anak yang terlalu sering makan makanan cepat saji, mampu meningkatkan risiko kebutaan di masa depan. 

“Ini memicu neuropati optik gizi. Ini adalah bentuk langka kerusakan pada saraf optik akibat kekurangan pangan yang penuh dengan vitamin dan gizi. Jika tidak segera dicegah, hal ini dapat berujung pada hilangnya penglihatan,” ujar Denize Atan. 

“Sebenarnya bukan hanya junk food yang memiliki efek toxic pada penglihatan anak. Namun, tidak mendapat asupan yang bergizi dan bervariasi juga menjadi faktor pendukung anak bisa mengalami rabun,” dia menambahkan.(klikdokter)

258 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.