Polisi Irit Bicara Terkait Kasus Dandhy Laksono

Dandhy Laksono. Foto : Instagram Dandhy Laksono Pasalnya, kata Alghiffari, apa yang selama ini

jpnn.com, JAKARTA – Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan menyebut jurnalis sekaligus aktivis Dandhy Laksono telah ditetapkan tersangka oleh kepolisian.

 

Dandhy terjerat dugaan tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Itu, dia (Dandhy) dugaan UU ITE,” kata Iwan dalam pesan singkatnya kepada awak media, Jumat (27/9).

Namun, Iwan tidak memerinci hal yang dilakukan Dandhy sehingga terjerat kasus hukum. Iwan hanya menyebut Dandhy telah dipulangkan setelah ditangkap, Kamis (26/9) malam.

“Intinya yang bersangkutan dipanggil, betul. Kemudian sudah dipulangkan tadi pagi (Jumat) sekitar jam 03.00 WIB sudah pulang,” terang dia.

Saat disinggung alasan memulangkan Dandhy, Iwan kembali tidak banyak berkomentar. Dia justru menyebut polisi tidak berniat melakukan penahanan ke Dandhy.

“Ya, memang kami enggak melakukan penahanan,” timpal Iwan.

Sementara itu, pengacara Dandhy, Alghiffari Aqsa mengkritisi pasal yang digunakan penyidik Polri dalam menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus ujaran kebencian berbau SARA.

Pasalnya, kata Alghiffari, apa yang selama ini dilakukan Dandhy di media sosial bukan tindakan ujaran kebencian, melainkan bentuk kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Adapun pasal yang dijeratkan penyidik terhadap Dandhy adalah Pasal 45 A ayat 2 juncto pasal 28 Ayat 2 UU ITE.

“Ini pasal yang tidak relevan, terlebih lagi yang dilakukan Dandhy adalah bagian dari kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat. Menyampaikan apa yang terjadi di Papua,” kata dia kepada wartawan, Jumat ini. (mg10/jpnn)

 

227 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.