ADY – KAU MASIH KEKASIHKU

Kecintaannya terhadap dunia musik tidak datang dengan begitu saja. Butuh waktu untuk dirinya menyadari bakatnya dalam menulis lagu. Sang ibu menjadi salah satu orang pertama yang menjadi penggemar tulisan-tulisan puitisnya. “Karena saya kan anak rantau dari Makassar ke Bandung. Dan jaman dulu, belum ada handphone dan telfon wartel juga kan mahal. Jadi paling sering saya ungkapkan rindu lewat surat dengan ibu saya. Dan kalau ada uang lebih, saya suka telfon ibu saya, dan beliau bilang hal yang paling dahsyat yang ada dari diri saya adalah suara dan tulisan saya,” ungkap Ady.

Tidak hanya komentar sang ibu yang membuatnya tersadar, tapi juga teman-teman yang ada disekitarnya juga memberikan pandangan yang serupa karena membaca tulisan dan puisi-puisi yang ia tulis. Beberapa diantara mereka bahkan ada yang menyarankan untuk mengubah puisi yang ia tulis menjadi sebuah lagu.

Ady pun memberanikan diri untuk belajar gitar. Menyusun rangkaian kata-kata dengan nada lewat petikan gitarnya. Mulai dari cafe ke cafe, lalu dari satu acara ke acara lain. Suara dan lagu-lagunya pun semakin dinantikan banyak orang. “Dari situlah saya memutuskan untuk membuat band pengiring saya sendiri. Saya mengaudisi tiap-tiap orang dalam band saya satu persatu. Dan saya beri nama Naff, dari kata ‘enough’ yang artinya cukup. Cukup sudah penderitaan Ady yang selalu dianggap sebelah mata di dunia musik,” kenangnya.

Dengan kerja keras dan ketekunan yang Ady tuangkan ditiap karyanya, akhirnya membuahkan hasil. Di tahun 2000, Trinity Optima Production pun memberikan kontrak rekaman bagi dirinya dan juga band yang ia bangun. Dari situlah perjalanan karier musik Ady sebagai penulis dan penyanyi profesional dimulai.

Di tahun 2001, Lewat album “Terbang Tinggi” dan lagu-lagu yang ada di dalamnya, nama band Naff merangkak naik dan mencuri perhatian publik. Dan di tahun 2003, Naff merilis album berjudul “Naff” dan salah satu lagunya, “Terendap Laraku” menjadi booming dan hingga kini masih digemari banyak orang. Di tahun 2006, Naff kembali memproduksi sebuah album dengan judul “Isyarat hati” yang dalam album ini memiliki dua lagu unggulan seperti “Kau Masih Kekasihku” dan “Akhirnya Ku Menemukanmu”. Pada tahun 2008, Naff mengeluarkan album yang berjudul “Rahasia Hati” dengan lagu serta “Tak Seindah Cinta yang Semestinya” sebagai salah satu lagu utamanya dalam album ini.

Hampir semua lagu yang ada dalam album Naff ditulis oleh Ady dan semuanya memiliki makna yang sangat personal baginya. “Hampir semua lagu yang saya tulis berdasarkan pengalaman yang saya alami sendiri,” ungkapnya. Dan dari sekian banyak lagu yang ia tulis, 4 lagu lamanya bersama Naff memiliki cerita yang cukup personal untuknya. Dan lagu-lagu itulah yang kini dipilihnya untuk diberikan aransemen baru dalam projeknya kali ini.

Dalam projeknya kali ini ada 4 lagu hitsnya terdahulu yang sudah ia siapkan. Dari keempat lagu tersebut Ady sudah mempersiapkan aransemen khusus untuk tiap lagu-lagunya. Dibantu dengan beberapa teman-teman musisi yang ada di Bandung, Ady ingin memberikan nafas baru bagi lagu-lagu hitsnya tersebut. Walaupun ada sedikit ketakutan, tapi ia yakin lagu-lagunya dengan aransemen terbarunya ini akan mendapatkan tempat baru di telinga dan hati para penikmat musik.

Kau Masih Kekasihku

Lagu yang ditulis oleh Ady ini memiliki makna yang cukup dalam. Ditulis oleh Ady ketika dirinya merindukan mantan kekasihnya. Ditulis di tahun 2006 saat ia masih tinggal di rumah kontrakannya di Bandung. Kerinduannya tersebut dengan sangat apik diutarakannya lewat lagu. Hingga hari ini, lagu “Kau Masih Kekasihku” masih menjadi lagu favorit bagi banyak orang untuk di nyanyikan ulang di Youtube.

Dalam aransemen barunya, Ady akan memabawakan lagu ini dengan dominasi piano dan string serta ada sentuhan drum orchestra dan hentakan gitar listrik diakhir lagu yang mampu memberikan makna yang lebih mendalam untuk lagu ini. “Kau Masih Kekasihku” telah dirilis pada tanggal 31 Januari 2020. [TRINITY OPTIMA]

594 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.