Ngakunya Bisa Mengurus Perkara, Ternyata Malah Menipu

Barang bukti yang diamankan polisi yakni satu berkas print out transaksi keuangan rekening milik korban/pelapor atas nama Sri Paryati yang didalamnya tercantum bukti transfer ke rekening atas nama Karno. (FOTO POLRES BARITO UTARA)

MUARA TEWEH – Karno alias Nono (38) ditangkap anggota Satreskrim Polres Barito Utara (Batara) terkait dugaan tindak pidana penipuan. Modusnya, tersangka Nono mengaku memiliki kenalan yang dapat mengurus perkara, dan menjanjikan akan membaskaan Ainy dari kasus yang hukum yang sedang ditangani Polres Batara saat ini.

Kejadian ini berawal, saat orang tua Ariny minta bantuan kepada Nono (38) untuk mencarikan solusi hukum yang menimpa anaknya yang sedang menjalani proses hukum di Satuan Reserse dan Kriminal Polres Barito Utara. Nono pun menyampaikan bahwa memiliki kenalan yang dapat mengurus kasus yang dijalani Ariny.

Untuk mengurus perkara tersebut, Nono minta uang kepada orang tua Ariny. Karena dapat meyakinkan orang tua Ariny, sehingga terbujuk untuk memberikan uang kepada Nono secara bertahap melalui transfer dengan total Rp 13.300.000.

Alih-alih terbebas dari kasus hukum, kasus hukum Ariny tetap berjalan. Bahkan penyidik Satreskrim Polres Batara menangkap dan menahan Ariny.

Saat itu, orang tua Ariny berusaha menghubungi Nono. Namun Nono susah dihubungi, dan selalu mengatakan sedang tidak berada di Muara Teweh. Mereka kecewa, karena apa yang dijanjikan, tidak sesuai kenyataan. Orang tua Ariny pun melaporkan Nono ke Mapolres Batara atas tindak pidana penipuan.

Kasatreskrim Polres Barito Utara, AKP Kristanto Situmeang mengungkapkan, pihaknya telah menerima Laporan Polisi Nomor: LP/L/37/RES.1.11/III/2020/Polda Kalteng/Polres Barut, tanggal 18 Maret 2020 tentang telah terjadinya penipuan.

Setelah melalui penyelidikan, Unit Buser Polres Batara berhasil menangkap Karno alias Nono di Gang Bahagia, Jalan Yetro Singseng,  Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, Rabu (18/3).

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka membenarkan telah menerima uang senilai Rp 13.300.000 dari orang tua Ariny yang dikirim melalui transfer secara bertahap,” kata AKP Kristanto Situmeang, Kamis (19/3).

Barang bukti yang diamankan polisi yakni satu berkas print out transaksi keuangan rekening milik korban/pelapor atas nama Sri Paryati yang didalamnya tercantum bukti transfer ke rekening atas nama Karno. Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP. 

Editor :dar
Reporter : adl/ens

213 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.