Sungai Barito Meluap; Banjir Menuju wilayah Kalsel

HER/KALTENG POS
MENGGUNAKAN RAKIT: Sejumlah warga terpaksa menggunakan rakit sebagai alat transportasi alternatif kala banjir, Senin (13/4).

Setelah Mura-Batara, Kini Wilayah Barsel dan Bartim

Setelah banjir melanda wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura) Kalimantan Tengah (Kalteng), kini giliran ribuan rumah warga pada lima kecamatan di wilayah Kabupaten Barito Utara (Batara) yang terendam banjir. Bukan hanya itu, luapan air Sungai Barito itu juga menenggelamkan fasilitas umum, seperti Puskesmas Pembantu (pustu), kantor kelurahan, sekolah dan rumah-rumah ibadah.

Banjir kiriman ini dipastikan bakal melanda wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dan Barito Timur (Bartim). Bahkan diperkirakan meluas hingga ke Kalimantan Selatan (Kalse)l. Ini karena Sungai Barito merupakan sungai terbesar dan terpanjang yang membentang dari Kalteng hingga ke provinsi tetangga. Hulunya berada di pegunungan Schwaner dan bermuara di Laut Jawa, sepanjang kurang lebih 1.000 kilometer.

Lebar Sungai Barito rata-rata antara 650 hingga 800 meter dengan kedalaman rata-rata 8 meter. Lebar sungai pada bagian muara yang berbentuk corong mencapai 1.000 meter, sehingga sungai Barito merupakan sungai terlebar di Indonesia. Bagian terpanjang dari Sungai Barito mulai dari hulu sungai terletak di wilayah Kalteng, sedangkan sisanya sampai ke muara sungai berada di wilayah Kalsel.

Kapolres Barito Utara AKBP Dodo Hendro Kusuma melalui Kapolsek Montallat AKP Fry Mayedi Sastrawan  menyampaikan, bahwa banjir masih terus berlanjut ke wilayah hilir atau Barsel. Terbukti air sudah mencapai wilayah Kecamatan Montallat, yang berada di perbatasan dengan Barsel. Bahkan pada beberapa daerah kedalaman air diperkirakan sudah mencapai  2,5 meter.

Oleh sebab itu, pihaknya bersama tripika melakukan monitoring dan patroli guna mengantisipasi bencana banjir di wilayah kecamatan ini. “Dari hasil monitoring itu, sejak Minggu siang memperlihatkan kondisi banjir di Kelurahan Montallat I atau disebut Malegoi, perkiraan ketinggian air mencapai 2,5 meter. “Kami mengimbau kepada warga untuk selalu waspada, karena kemungkinan debit air terus meningkat,” katanya Minggu (12/4) lalu.  (her/ce/ram/kpnn)

334 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.