180 Ribu KK Penerima Bansos Covid-19 di Kalteng

AGUS PRAMONO/KALTENG POS
AMBIL BANTUAN: Lansia mengambil uang bantuan sosial tunai di Kantor Pos, beberapa hari lalu. Dalam waktu dekat bantuan dari Pemprov Kalteng akan segera dicairkan.

Hindari Tumpang Tindih, Data Diverifikasi dan Divalidasi

BANTUAN sosial (bansos) pemerintah untuk masyarakat terdampak Covid-19 terus bergulir. Khusus untuk warga Bumi Tambun Bungai menurut data Dinas Sosial (Dinsos) Kalteng semula tercatat sebanyak 139 ribu lebih kepala keluarga (KK). Namun rupanya berdasarkan data terbaru belakangan jumlah penerima meningkat menjadi 180.747 KK.

“Banyak data yang tumpang tindih, sedangkan menurut aturan tidak dibolehkan adanya data tumpang tindih. Artinya, jika KK tersebut sudah masuk dalam daftar penerima bansos dari dana APBN, maka tidak boleh lagi menerima bantuan dari dana APBD,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadinsos Kalteng Suhaemi dalam acara Diskusi Online Bansos Antara Covid-19 dan Pilkada 2020, kemarin.

Karenanya saat ini data tersebut sedang diverifikasi dan divalidasi oleh kabupaten/kota. Karena yang memiliki kewenangan pendataan adalah pihak kabupaten/kota. Data ini sudah mengalami pengurangan dari data yang masuk sebelumnya sebanyak 300 ribu lebih KK.

Diungkapkannya bahwa ada bermacam-macam bansos yang disalurkan kepada masyarakat. Ada bantuan yang bersumber dari dana APBN, berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, Bantuan Sosial Tunai (BST), Kartu Prakerja, dan Kartu Subsidi Listrik. Untuk bansos dari dana APBD provinsi, saat ini masih menunggu keputusan. Rencananya berupa BLT atau sembako.

Selain itu, ada pula bansos dari dana kabupaten/kota dan bantuan lainnya dari pihak swasta. “Untuk bantuan dari dana APBN, saat ini sudah disalurkan kepada masyarakat. Untuk BST sudah 72 persen disalurkan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut dijelaskan Suhaemi, total penerima bantuan dari dana APBN sebanyak 231.549 KK. Rinciannya, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 42.138 KK, penerima program Kartu Sembako sebanyak 89.505 KK, dan penerima BST sebanyak 100.006 KK. Jika ditotalkan, penerima bansos dari dana APBN dan dana APBD berjumlah lebih dari 300.000 KK.

“Untuk bansos dari dana APBD provinsi ini masih tahap pertama, jika nantinya ditemukan masih ada yang berhak menerima tapi tidak ter-cover, maka akan disalurkan bansos tahap kedua untuk yang belum dapat,” jelasnya.

Untuk BST dari Kementerian Sosial (Kemensos), dalam hal ini bersumber dari dana APBN, sudah banyak disalurkan melalui bank-bank yang bekerja sama dengan pemerintah. Sedangkan mengenai bantuan yang menggunakan dana dari APBD, pihaknya harus lebih berhati-hati, lantaran secara aturan tidak boleh terjadi tumpang tindih penerima.

“Kami harus hati-hati karena didampingi oleh penegak hukum dan BPKP, ada klasifikasi siapa saja yang boleh dan tidak boleh menerim bansos ini,” ucap pria yang juga menjabat sebagai kepala Dinas PTSP Kalteng ini. (kaltengpos/KPFM-101)

193 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.