Gara-gara Corona, Dunia Berpotensi Baby Boom

EKO/KALTENG POS
DISKUSI: Kepala BKKBN Kalteng Mhd Irzal saat menjelaskan program BKKBN selama pandemi Covid-19 di ruang kerjanya, kemarin (5/5).

BKKBN Minta Tunda Kehamilan selama Pendemi

LEDAKAN angka kelahiran atau baby boom dunia diprediksi akan terjadi. Data dari Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Population Fund/UNFPA) memperkirakan ada sekitar tujuh juta kehamilan yang tidak dikehendaki dalam beberapa bulan ke depan. Data itu dirilis pada Selasa (28/4), kemarin..

Kenapa itu bisa terjadi? UNFPA bersama para mitra yang membahas masalah itu, memastikan bahwa penyebabnya adalah kebijakan karantina wilayah atau lockdown selama pandemi corona virus disease alias Covid-19. Hal ini terjadi hampir di seluruh dunia. Tak terkecuali warga Negara Indonesia dan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Itulah makanya Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalteng Mhd Irzal terus melakukan langkah mengantisipasi. Mereka memastikan program keluarga berencana (KB) tetap berjalan selama masa pandemi Covid-19. Apalagi para akseptor KB merasa takut ketika hendak mengakses pelayanan KB.

“Dampak Covid-19, jumlah angka kelahiran penduduk bisa saja meningkat. Soalnya, kebanyakan warga berada di rumah. Meski demikian, dengan berbagai cara dan media kami tetap melakukan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi angka kelahiran. Pasangan suami istri bisa memakai alat kontrasepsi,” kata Irzal.

Dia sangat menyarankan agar pasangan suami istri menunda rencana kehamilan selama wabah Covid-19. Penundaan kehamilan dinilai penting untuk mencegah risiko kerentanan terpapar virus corona. “Karena hamil muda ini sangat rentan. Kalau daya tahan tubuh turun, akan lebih mudah terkena infeksi (virus corona),” ungkap  Irzal. (kaltengpos/kpfm)

360 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.