Demi Konten, Jelajah Kalbar hingga Kalsel

Lindu Anugraha Putra, YouTuber Kalteng Mengusung Kearifan Lokal

LINDU Anugraha Putra telah mencatatkan diri sebagai peraih silver play button dari YouTube. Hasil itu setelah dia mencatat sebanyak 500 ribu subscriber pada chanel YouTubenya; Fayz Fishing Adventure.

Tentu saja hal ini bukan hanya menjadi kebanggaan tersendiri baginya dan daerah asalnya Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau saja, tapi juga Kalimantan Tengah (Kalteng) umumnya.

Lantaran channel YouTube-nya itu, Putra juga berhasil meraup puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Bahkan kini dia juga sudah bisa memberdayakan warga lokal untuk bekerja sama membuat konten maupun menjadi model dalam sejumlah konten YouTube-nya.

“Alhamdulillah sekarang ini kami juga sudah bisa membantu mempekerjakan warga sekitar dengan sistem freelance. Penghasilan mereka dibayar berdasarkan video yang diperankan. Kalau videonya viral, hasilnya dinikmati oleh pemeran itu sendiri,” tukasnya.

Buah dari kerja kerasnya dalam mengembangkan channel YouTube, saat ini keluarga Fayz sudah bisa menikmati hidup berkecukupan. Mampu membeli mobil dan sepeda motor, serta memiliki sejumlah aset tanah. Peralatan kamera serta perahu yang digunakannya saat ini sudah terbilang layak untuk keperluan membuat konten.

“Alhamdulillah untuk kebutuhan keluarga saat ini sudah bisa terpenuhi. Sebenarnya yang paling penting bagi saya yakni bagaimana bisa mengenalkan budaya lokal kita melalui channel YouTube ini. Karena itu saya selalu konsisten untuk membuat konten, menangkap ikan dengan cara tradisional khas suku pedalaman,” bebernya.

Dalam waktu kurang dari setahun, Lindu Anugraha Putra berhasil menunjukkan eksistensinya dengan memperoleh silver play button dari YouTube. Meski penghargaan tersebut masih merupakan kategori pemula, tapi inilah bukti keseriusannya mengembangkan channel YouYube-nya.

Apalagi Putra, pemilik channel Fayz Fishing Adventure ini, masih tergolong pendatang baru. Ia juga hanya belajar secara autodidak, mulai dari memeragakan adegan, ide kreatif, cara pembuatan video, editing, hingga kemudian meng-upload. Semua kemampuan itu didapatnya sendiri.

Alhasil channel Youtube-nya diganjar silver play button. Bahkan pada tahun kedua pengembangan channel YouTube-nya meningkat menjadi hampir 600 ribu subscriber, sekaligus menjadikan Putra sebagai salah satu YouTuber dengan subscriber terbanyak se-Kalteng.

Bukan hanya Youtube pada halaman Facebook-nya sudah memiliki 150 ribu pengikut. Jumlah pengikut media sosialnya yang terbilang banyak itu, tentu tidak hanya menghasilkan penghargaan, tetapi juga menghasilkan pundi-pundi rupiah, yang hingga saat ini terus mengalir ke rekeningnya.

“Ini semua berkat dukungan dari penggemar setia Fayz Fishing Adventure. Tanpa mereka, saya bukan siapa-siapa. Doakan saja semoga tahun ini channel YouTube Fayz Fishing Adventure bisa tembus 1 juta subscribe untuk bisa mendapatkan gold play button,” ujarnya penuh semangat.

Pria yang akrab disapa Papa Fayz ini pun berharap capaiannya ini bisa memotivasi putra-putri daerah untuk bisa berkreasi. “Membangun daerah tidak hanya soal infrastruktur. Menjadi pelaku usaha bidang seni seperti konten kreator YouTube juga bisa ikut membangun daerah, sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas,” sebutnya.

Itulah makanya Putra menggantungkan cita-cita untuk mengembangkan channel YouTube-nya dengan konten lokal yang lebih menarik, khususnya di wilayah Kalimantan. Terkhusus Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sudah dijelajahinya untuk berburu konten memancing ikan endemik Kalimantan.

“Beberapa daerah di Indonesia sudah pernah kami kunjungi, mencoba spot mancing di luar Kalimantan. Namun, fokus kami ke depan tetap untuk wilayah Kalimantan, terutama yang belum kami coba spotnya, seperti wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” pungkasnya. (kaltengpos/KPFM-101)

328 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.