Berdamai Dengan Covid-19

Yudhi Karlianto Manan

PALANGKA RAYA-Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Yudhi Karlianto Manan mendukung rencana Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya yang akan menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Saya sangat setuju dengan pemerintah untuk menerapkan kebijakan tersebut. Apabila dilihat dari perkembangan Covid-19 dan efek domino dalam kehidupan masyarakat, memang satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan hanya dengan mengikuti arahan pemerintah untuk hidup berdamai dengan Covid-19,” terang Yudhi, Kamis (6/8).

Kebijakan berdamai dengan Covid-19 sebagai upaya agar kita tetap bisa bertahan hidup, sambung Politisi muda asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, namun perlu merubah kebiasaan lama dalam hubungan sosial. Disamping itu, ekonomi produksi juga harus terus berjalan. Diantaranya seperti, pada sektor pertanian tanaman pangan, holtikultura, rempah-rempah serta bahan kebutuhan pokok lainnya.

“Apabila pola hidup baru sudah mulai berjalan, semua sudah bisa kembali bekerja. Karena kita tidak mungkin berdiam diri tinggal terlalu lama di rumah. Roda perekonomian harus terus berputar, dan kita harus bisa tetap bertahan hidup, karena jika bergantung kepada bantuan saja tidaklah cukup,” bebernya.

Disamping menjalankan tatanan kehidupan yang baru, sambung Yudhi, protokol kesehatan tetap harus diutamakan dan dipatuhi oleh masyarakat. Dengan menjaga jarak, mengurangi volume dari kerumunan orang dan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut harus dilakukan dengan disiplin selama masa adaptasi kebiasaan baru, dengan demikian maka warga akan cepat dapat kembali beraktivitas.

“Psikologis masyarakat juga harus dipertimbangkan. Tidak bisa terus menerus berada di rumah. Namun, dengan catatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Jika adaptasi kebiasaan baru dimulai, maka masyarakat wajib menjalankan protokol kesehatan sesuai standar WHO saat beraktivitas dan sifatnya wajib,” ujar anggota legislatif yang membidangi perekonomian dan pembangunan tersebut.

Saat ini pemko tengah menyiapkan aturan terkait penerapan adaptasi kebiasaan baru, kata Yudhi kembali menjelaskan, termasuk salah satunya sanksi bagi yang melanggar atau mengabaikan protokol kesehatan. Seperti tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar, apabila kedapatan oleh petugas, maka siap-siap diberikan denda atau sanksi.

Pemberlakuan sanksi bagi pelanggar tidak semata mencari-cari keuntungan ataupun kesalahan masyarakat beber Yudhi, melainkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga mata rantai virus tersebut dapat dengan cepat teratasi. Karena aturan-aturan tersebut sudah dipikirkan dengan matang dan dibahas oleh para pembuat keputusan.

“Dengan diterapkan adaptasi kebiasaan baru, kami berharap pertambahan masyarakat yang ditemukan sebagai kasus positif Covid-19 semakin berkurang,”tutup Yudhi. (kaltengpos/KPFM-101)

70 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *