Belasan Ribu Jiwa Terdampak, Kalteng Darurat Tiga Bencana

RESPONS CEPAT: Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran secara simbolis menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Istana Isen Mulang, Rujab Gubernur Kalteng, Senin (14/9). Foto : Anisa/Kalteng Pos

PALANGKA RAYA-Tahun ini Kalteng dilanda tiga bencana. Awal tahun lalu, bencana nonalam Covid-19 melanda Kalteng sehingga ditetapkan status tanggap darurat. Disusul penetapan tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kemudian pada 11 September lalu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menetapkan status tanggap darurat bencana banjir.

Beberapa hari lalu tiga bupati telah menetapkan status tanggap darurat banjir untuk daerahnya masing-masing. Yakni Kabupaten Lamandau, Seruyan, dan Katingan. Meski hanya tiga kabupaten yang sudah menetapkan status itu, di daerah lain seperti Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kapuas juga tak luput dari banjir.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengatakan bahwa pada Januari lalu sudah terjadi banjir di Kalteng. Dan beberapa hari terakhir ini bencana serupa terjadi lagi secara besar-besaran di wilayah Bumi Tambun Bungai ini. Melihat kondisi ini, Pemprov Kalteng berupaya memberi perhatian serius pada daerah-daerah yang terdampak.

“Kami (pemprov, red) mengambil langkah dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, seperti bantuan bahan pokok (bapok),” katanya, Senin (14/9).

Meskipun sudah ada upaya, lanjut dia, tapi penyaluran bantuan ini sering menemui kendala seperti terputusnya akses ke daerah yang mengalami bencana karena tidak dapat dijangkau oleh jalur darat maupun sungai. Untuk itu, pihaknya memerintahkan Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng agar memanfaatkan keberadaan helikopter penanggulangan bencana karhutla.

“Helikopter yang biasa digunakan untuk memadamkan api karhutla dapat digunakan untuk menyalurkan bantuan ini,” katanya kepada awak media di Istana Isen Mulang, Rujab Gubernur Kalteng.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalteng Darliansjah mengatakan, status tanggap darurat bencana banjir tingkat provinsi yang sudah ditetapkan sejak 11 September lalu akan berlangsung hingga 26 September nanti, dalam rangka mengantisipasi adanya kabupaten yang menetapkan darurat banjir.

Dijelaskan Darli, berdasarkan update data saat ini, terdapat empat daerah terdampak banjir, baik yang sudah menetapkan status darurat bencana maupun belum. Tercatat sebanyak 6.445 kepala keluarga (KK) atau 17.512 jiwa terdampak bencana ini.

Daerah dengan jumlah KK paling banyak terdampak yakni Kabupaten Seruyan. Jumlah terdampak sebanyak 3.943 KK atau 15.485 jiwa. Dari empat kabupaten terdampak banjir ini, yang terpaksa harus mengungsi hanya di Kabupaten Lamandau, dengan jumlah pengungsi sebanyak 82 KK atau 279 jiwa.[Kalteng Pos/15/09]

33 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *