Hari Senin, Perwali Mulai Diterapkan

DOK PRIBADI UNTUK KALTENG POS
KOMPAK: Sejumlah Anggota DPRD Kota Palangka Raya usai dilantik Wali Kota Palangka Raya sebagai pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palangka Raya, beberapa waktu.

PALANGKA RAYA-Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya telah siap dan sepakat untuk mengimplementasikan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Kota Palangka Raya pada Senin (14/9).

Penetapan perwali tersebut mendapat respon positif dari Sekretaris Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Norhaini. Ia berpesan, jika aturan tersebut sudah dijalankan, masyarakat harus senantiasa untuk mentaatinya. Pasalnya, pemko saat ini tengah memiliki landasan hukum untuk melakukan penertiban bagi masyarakat yang melanggar aturan.

“Di dalam aturan perwali disebutkan bagi mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi. Bisa sanksi sosial atau administrasi. Selain itu, pemko melalui Tim Satgas Penanganan Covid-19 sebelumnya juga rutin melakukan sosialisasi terkait perwali. Dan saya harap masyarakat sudah mengetahuinya,” ucap Norhaini, Minggu (13/9).

Anggota legislatif yang membidangi Perekonomian dan Pembangunan ini kembali menjelaskan, jika perwali diterbitkan guna menjamin kepastian hukum, memperkuat upaya dan meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Palangka Raya. Termasuk dalam upaya pemulihan sektor ekonomi, dimana sangat terdampak akibat ulah pandemi sejak awal bulan Maret lalu.

“Yang perlu masyarakat ketahui, isi dalam perwali tersebut tidak ada maksud untuk mempersulit atau mencari-cari keuntungan sepihak. Melainkan bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat betapa pentingnya menggunakan alat pelindung wajah saat beraktivitas. Bisa menggunakan masker atau faceshield. Dan perwali ini sendiri berlaku bagi semua pihak,” terang Norhaini.

Dalam perwali terdapat tiga subjek yang harus diperhatikan tambah Norhaini. Pertama bagi perseorangan diwajibkan untuk melakukan 4M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan). Kedua, bagi pelaku usaha diwajibkan untuk menyediakan sarana dan prasarana 4M bagi karyawan dan pengunjung yang datang. Dan ketiga bagi pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab dan fasilitas umum diwajibkan untuk menyiapkan sarana dan prasarana 4M bagi karyawan dan pengunjung.

“Sosialisasi terus dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 kota selaku eksekutor di lapangan. Kami berharap masyarakat dapat mengetahui adanya perwali serta sanksi jika melakukan pelanggaran. Kita juga berharap adanya kerjasama dari seluruh pihak mensosialisasikan peraturan. Sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mempercepat penanganan Covid-19 ini,” tutup Politisi perempuan dari Partai Golkar tersebut. (pra/kapos)

48 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *