DPD Lasqi se-Kalteng Harus Solid

Ketua DPW LASQI Kalteng Hj Rayuhani (tiga dari kana) saat menghadiri kegiatan Musda DPD LASQI Mura di Kabupaten Mura, Sabtu (3/10). Foto : Humas untuk Kalteng Pos

PALANGKA RAYA-Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Lembaga Seni Qasidah (Lasqi) Kalteng Hj Rayuhani menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lasqi Kabupaten Murung Raya (Mura) Tahun 2020 di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mura, Sabtu (3/10).

Dalam sambutannya, istri Plt Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya ini meminta agar DPD Lasqi kabupaten/kota se-Kalteng meningkatkan solidaritas. “Mari kita terus tingkatkan soliditas dan kerja sama agar Lasqi betul-betul mampu menjadi pioner dalam mewujudkan organisasi yang modern, mandiri, dan berprestasi,” ucapnya melalui siaran pers Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemprov Kalteng.

Rayuhani juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus Lasqi Mura yang telah banyak berperan mewarnai kemajuan Lasqi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional dengan berbagai prestasi. “Semoga berbagai keberhasilan tersebut akan semakin memotivasi kepengurusan DPD Lasqi Mura di periode-periode berikutnya,” ucap Rayuhani.

Pihaknya juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura yang terus memberikan dukungan dan suport anggaran bagi keberlangsungan DPD LASQI setempat dalam merealisasikan program-program organisasi. Harapannya, Musda kali ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang terbaik untuk kemajuan organisasi dan siapapun yang terpilih memimpin Lasqi harus didukung semua pihak agar program-program Lasqi bisa terealisasi maksimal.

“Semua pengurus harus solid. DPD Lasqi juga harus mengembangkan organisasi hingga tingkat kecamatan bahkan kelurahan atau desa, sehingga syiar melalui syair dan upaya menjaga dan melestarikan budaya-budaya Islam bisa terus terlaksana di kabupaten ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Mura yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha Marzuki Rahman mengungkapkan bahwa hasil kompetisi Lasqi Mura hingga kini masih diperoleh berdasarkan bakat alamiah, demikian pula dengan kompetensi pelatihnya. Sehingga diperlukan suatu wadah untuk menempa bakat-bakat berprestasi agar lebih baik lagi.

“Kita kekurangan tempat untuk menempa bakat-bakat anak-anak. Idealnya, setelah ditemukan bakat, dikarantina dan ditempa,” pungkasnya. (kaltengpos/101kpfm)

268 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.