Pemprov Siap Implementasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi Bersama KPK

Plt. Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya saat memimpin Rapat MCP Triwulan 3 se- Kalteng bersama KPK RI di Aula Jayang Tingang, Selasa (17/11). Foto humas.

PALANGKA RAYA – Plt. Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi atau Monitoring Centre For Prevention (MCP) Triwulan 3 se- Kalteng bersama Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK RI) di Aula Jayang Tingang, Selasa (17/11).

Habib Ismail menyambut baik dan mengapresiasi diselenggarakannya Rapat Monitoring dan Evaluasi Bersama KPK tersebut. Sebab kegiatan ini sangat strategis untuk memperkuat upaya dan komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi, sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah lebih baik lagi.

Lebih lanjut Plt. Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Kalteng siap implementasikan program pencegahan korupsi terintegrasi pemerintah daerah pada monitoring centre for prevention(MCP), dengan meningkatkan capaian dan kinerja dalam 8 area intervensi yang telah ditetapkan yaitu, perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu
pintu, kapabilitas APIP (aparat pengawasan intern pemerintah), manajemen ASN, dana desa, optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset daerah.

Sementara itu, berdasarkan Rencana Aksi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Korupsi tahun 2019, Pemprov Kalteng menempati peringkat ke-8 dari 34 Pemerintah Provinsi se-Indonesia, dengan capaian 91 persen.

Namun demikian wilayah Provinsi Kalteng masih menempati peringkat
ke-20 tingkat nasional dengan capaian 69 persen, dimana terdapat
7 Pemerintah Kabupaten yang capaiannya masih di bawah 70 persen.

” Saya mengimbau kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi KalimantanTengah dan jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalteng untuk terus melakukan percepatan pada triwulan keempat ini untuk memenuhi area-area intervensi dan
indikator karena tentunya dalam proses tahun anggaran berjalan masih terdapat proses-proses yang belum terpenuhi terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19,” ujar Habib Ismail.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Satgas Pencegahan Korwil II KPK Wahyudi memaparkan kemajuan MCP se-Kalteng yang diperlihatkan dari 38 indikator atas 8 area intervensi KPK. Dikatakannya, belum tercapainya nilai progres indikator MCP disebabkan antara lain kurangnya dukungan OPD terkait dalam pemberian data dokumen untuk diupload dalam MCP.

KPK melalui Korwil II Kalteng Asep Rahmat Suwandha juga mendorong percepatan sertifikasi aset Pemda. Terdapat 553 aset yang akan disertifikat pada 2020 ini ( 4 persen dari aset yang belum disertifikat).

Rapat MCP bersama KPK RI ini diikuti secara langsung oleh Kepala OPD lingkup Pemprov Kalteng serta secara teleconference oleh seluruh Bupati/Wakil Bupati se-Kalteng dan yang mewakili.(hms/bud)

132 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *