Vaksin Covid-19 Arcturus dari Peneliti Singapura-AS Diklaim Efektif INTERNASIONAL

Vaksin tersebut dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi Amerika Serikat, Arcturus Therapeutics, yang bekerja sama dengan ilmuwan dari Duke-NUS Medical School di Singapura.

SINGAPURA– Kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan bersama oleh para ilmuwan Singapura telah menunjukkan hasil yang positif. Vaksin tersebut diyakini dapat tersedia pada awal 2021.

Vaksin tersebut dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi Amerika Serikat, Arcturus Therapeutics, yang bekerja sama dengan ilmuwan dari Duke-NUS Medical School di Singapura. Awal bulan ini, Arcturus mengumumkan hasil studi klinis sementara positif dari studi tahap 1-2 yang sedang berlangsung terhadap kandidat vaksinnya, ARCT-021.

“Salah satu keuntungan unik dari vaksin Arcturus adalah vaksin dosis rendah, diproyeksikan 7,5 mikrogram, yang merupakan dosis yang jauh lebih kecil daripada prospek vaksin lain yang saat ini sedang dievaluasi,” sebut Presiden dan CEO Arcturus Therapeutics, Joseph Payne, kepada CNBC.

Dia menyoroti bahwa vaksin ini mungkin dapat menghasilkan lebih banyak dosis di setiap proses produksi, yang pada gilirannya akan menghemat waktu dan uang. Vaksin ini akan tersedia pada awal 2021.

Seperti dilansir dari CNBC, vaksin Arcturus menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA). Teknologi ini merupakan pendekatan baru terhadap vaksin untuk memicu sistem kekebalan dalam melawan virus. Metode ini adalah pendekatan yang sama yang digunakan oleh prospek vaksin Amerika lainnya, Moderna dan Pfizer.

Vaksin Arcturus dapat diberikan dalam dosis tunggal atau ganda. Kandidat vaksin lain dari Pfizer dan Moderna memerlukan dua dosis agar efektif.

“Kami percaya bahwa kandidat vaksin kami dapat menjadi kontribusi penting untuk mengendalikan pandemi COVID-19 global,” kata Kepala pengembangan Arcturus Steve Hughes.

“Dalam beberapa minggu mendatang, kami berharap dapat menyelesaikan diskusi kami dengan otoritas regulator dan kami sedang bekerja untuk memajukan ARCT-021 ke studi tahap selanjutnya,” kata mereka.

Perusahaan farmasi yang berbasis di San Diego dan Sekolah Kedokteran Duke-NUS menerima izin untuk uji klinis pada Juli 2020. Mereka melanjutkan dengan 106 peserta antara usia 21–80 tahun. Pada 9 November, 78 peserta menerima setidaknya satu suntikan, sementara 36 subjek menerima dua suntikan.

Peserta yang tersisa, 28 di antaranya, menerima dosis plasebo. Plasebo adalah obat yang diberikan kepada satu kelompok dalam uji klinis sebagai pengganti vaksin yang diteliti, sehingga peneliti dapat mengukur dan membandingkan bagaimana kedua kelompok merespons.

Sejauh ini diklaim tidak ada efek samping serius yang tercatat dalam uji coba. Dari 78 peserta, 77 menunjuklan hasil positif, yang menempatkan vaksin segera siap untuk uji coba fase 3.

Dewan Pembangunan Ekonomi Singapura (EDB) telah berkomitmen mengalokasikan sekitar USD 220 juta untuk vaksin Arcturus sejauh ini. Badan pemerintah itu telah menginvestasikan USD 45 juta untuk mendukung proses pembuatan vaksin ARCT-021. Singapura juga telah memberikan tambahan USD 175 juta untuk preorder vaksin ketika sudah siap.

Negara lain juga sedang dalam pembicaraan dengan Arcturus untuk pembelian vaksin, termasuk Israel, dengan kesepakatan pembelian hingga USD 275 juta. Pengiriman diharapkan akan dimulai pada kuartal pertama 2021. Saat ini, Arcturus sedang berupaya untuk mendapatkan persetujuan, dan akan memproduksi vaksin di AS dan Eropa jika disetujui. (jpc/101kpfm)

44 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *