BST Membantu Ekonomi Daerah Lebih Bergairah

SOSIAL: Kepala Kantor Pos Palangka Raya, Andyan Pradipto dan Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalteng dr.Rian Tangkudung M.Kes saat talkshow di Kalteng Pos Radio, Kamis (18/2).

PALANGKA RAYA-Pada tahun 2021 ini, Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tetap bagikan bantuan melalui program Bantuan Sosial Tunai (BST). Bahkan, bantuan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut sudah disalurkan oleh PT. Pos Indonesia sejak Januari 2021.

Kepala Kantor Pos Palangka Raya, Andyan Pradipto menjelaskan bahwa pada awal Januari lalu, keluarga penerima manfaat sudah menerima BST tahap pertama. Dan, menurutnya, untuk BST tahap kedua, sudah berjalan sampai saat ini.

“Untuk Kalteng, pada Tahun 2021 ini, ada 57.000 keluarga penerima manfaat yang akan menerima BST. Sedangkan untuk besaran nominal yang diberikan, akan sama dengan Tahun 2020 akhir, yaitu sebesar Rp 300 ribu,”ungkap Andyan saat talkshow di Kalteng Pos Radio, Kamis (18/2) pagi.

Dikatakan Andyan, meski saat ini sudah masuk tahap ke-dua. Namun, pihaknya masih ada menunggu beberapa KPM yang pada tahap pertama belum mengambil BST di Kantor Pos.

“Untuk tahap pertama, penyaluran BST di Kalteng sudah selesai. Persentasenya sekitar 98 persen. Karena masih ada beberapa KPM yang saat itu berhalangan hadir. Dan BST tahap kedua, yaitu pada Februari ini masih berjalan,” ujarnya.

“Sampai saat ini (kemarin (red), sudah diangka 94 persen. Sedikit lagi selesai. Kemungkinan itu adalah data KPM tahap pertama yang saat itu berhalangan hadir,” tambahnya.

Sedangkan untuk tahap ketiga dan keempat, kami masih menunggu petunjuk pusat. Kalo memang sudah ada kepastian, kita akan segera koordinasi dan membuat jadwal pembagian BST-nya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalteng dr.Rian Tangkudung M.Kes yang juga hadir dalam talkshow Kalteng Pos tersebut menjelaskan bahwa penerima BST adalah masyarakat yang terdaftar sebagai peserta keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

Diketahui bahwa jumlah penerima bantuan dari Kementerian Sosial berkurang dari tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan ada proses pengoreksian dalam sistem yang berlaku. Bisa karena yang bersangkutan diketahui sudah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dari sektor lain, sehingga dikeluarkan dari daftar penerima BST. Dan juga ada yang dinilai mampu, ganda dalam satu keluarga, pindah alamat, dan meninggal dunia.

Dikatakan Rian, BST yang diterima secara langsung oleh masyarakat kalangan pra sejahtera diyakini akan dibelanjakan untuk kepentingan makanan ataupun kebutuhan lainnya. Maka, penyaluran BST akan berpengaruh pada perekonomian di daerah.

“Ekonomi di daerah diyakini dapat berputar, karena masyarakat memiliki daya beli. Uang akan dibelanjakan di mana bertempat tinggal, sehingga roda perputaran ekonomi dan daya beli bisa meningkat,” pungkasnya. (bud)

82 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *