Realisasi Keuangan Disbudpar Baru 36 Persen

Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang didampingi Kepala Bappedalitbang Juman saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) pelaksanaan rencana pembangunan Kabupaten Pulang Pisau Triwulan III, Senin (18/10).

PULANG PISAU-Realisasi serapan keuangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Kabupaten Pulang Pisau cukup menyita perhatian pada Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal)  pelaksanaan rencana pembangunan Kabupaten Pulang Pisau Triwulan III, Senin (18/10).

                Pasalnya per 30 September lalu, realisasi serapan keuangan Disbudpar Kabupaten Pulang Pisau baru mencapai 36 persen. Sementara pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menargetkan, realisasi keuangan pada September 2021 sebesar 80 persen.

                Kendati demikian Bupati Pulang Pisau mengaku optimistis dalam sisa waktu yang ada pada akhir tahun ini target realisasi keuangan dan fisik akan tercapai. “Saya yakin seluruh perangkat daerah akan menyelesaikan semuanya. Karena mereka sudah melakukan lelang dan tinggal melaksanakan,” tegas Taty saat dicegat wartawan seusai Rakordal, Senin (18/10).

                Taty juga mengaku, dirinya telah menekankan kepada seluruh perangkat daerah dalam dua bulan harus selesai. “Mereka (perangkat daerah) meyakinkan saya akan menyelesaikan. Termasuk yang baru terealisasi 36 persen. Pihak dinas meyakini akan selesai,” beber Taty.

                Bupati juga meyakini akan buahnya akan bisa menyelesaikan target yang diberikan. Bagaimana kalau perangkat daerah tidak dapat menyelesaikan, apakah akan ada hukuman? “Pembinaan saja. Saya yakin dan percaya mereka bisa,” tandasnya.

                Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Pulang Pisau Bakhzar Effendi berdalih, rendahnya realisasi keuangan di instansi yang dia pimpin lantaran anggaran itu berada pada triwulan IV. “Saat ini sedang berproses. Insya Allah bisa jalan semua,” kata Bakhzar.

                Dia menambahkan, rapat evaluasi rakordal itu serapan yang digunakan pada akhir September. “Karena evaluasi di akhir September, maka secara otomatis kegiatan yang berjalan pada Oktober tidak masuk. Namun kami mengakui, Disbudpar berada pada enam terendah serapan anggaran,” kata dia.

                Dia juga tidak menampik kegiatan di Disbudpar menumpuk di akhir tahun. “Memang. Karena ada beberapa penyesuaian dan anggaran di posisi itu. Kami optimistis. Semoga bisa menyelesaikan dengan baik,” tandasnya. (art/kpfm101)

205 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.