Jalan Sehat Satu Abad, Bentuk Perhatian NU Terhadap Kesehatan Jasmani Umat

MERIAH : Jalan Sehat Satu Abad NU digelar oleh PCNU Kota Palangka Raya, Minggu (19/2). Hadir dalam kesempatan itu Wagub Kalteng H Edy Pratowo.

PALANGKA RAYA – Memperingati satu abad lahirnya Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang (PC) NU Kota Palangka Raya mengadakan kegiatan jalan sehat yang dilaksanakan di Jalan Dr Murjani, Minggu pagi (19/2).

Riuh rendah masyarakat begitu renyah mengikuti kegiatan bertemakan bertajuk ‘Jalan Sehat Satu Abad NU’. Rute jalan sehat dimulai dari Jalan Dr Murjani, Jalan Bali, kemudian kembali ke Jalan Dr Murjani. Rute yang ditempuh dua kilometer tersebut begitu antusias diikuti oleh ribuan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut hadir Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H Edy Pratowo, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) PWNU Kalteng Dr HM Wahyudie F Dirun, dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Palangka Raya Muhammad Syahrun beserta jajaran. Kegiatan tersebut juga menghadirkan penceramah kondang Ahmad Faisal Reza atau Aa Reza.

Wagub Kalteng H Edy Pratowo mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan jalan sehat merupakan yang pertama kali diadakan untuk memperingati Satu Abad NU.

“Masyarakat antusias sekali, ini memperlihatkan bahwa NU hadir di tengah-tengah masyarakat kita, mudah-mudahan kiprah NU ke depannya semakin lebih banyak,” tutur wagub usai menghadiri kegiatan

Edy berharap agar ke depannya NU dapat semakin banyak berkiprah untuk melakukan pembangunan umat khususnya umat islam dalam NU sendiri. “Saya kira selanjutnya bisa diteruskan ya, mudah-mudahan ke depannya NU dapat semakin banyak berperan untuk pengembangan umat sehingga dapat berkontribusi bagi pembangunan Kalteng,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Kalteng Dr HM Wahyudie F Dirun menyebut banyak kegiatan luar biasa yang dilakukan dalam memasuki abad kedua umur organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Berdasarkan kilas balik tersebut, dalam memaknai satu abad umur NU, Wahyudie menyebut hal ini merupakan bagian dari muhasabah bahwa NU mampu berumur 100 tahun.

“Selama seratus tahun itu artinya sudah banyak yang sudah diperbuat, sudah banyak yang sudah dilakukan, karena itu hasil muhasabah kita kemarin, kita akan melaksanakan musyawarah muktamar internasional dalam forum fikih peradaban,” beber Wahyudie kepada wartawan.

Pada forum fikih peradaban yang dilaksanakan di Surabaya itu, lanjut Wahyudie, terdapat beberapa keputusan-keputusan yang dihasilkan berdasarkan hasil diskusi dengan pengurus NU se-Indonesia dan kilas balik satu abad NU di Indonesia.

“Salah satu keputusan yang kami hasilkan itu adalah, kami ingin terus mendorong rasa persaudaraan antarmanusia yang ada di muka bumi ini, persaudaraan seluruh manusia, supaya kedamaian hidup itu tercapai di seluruh dunia, itu didorong terus, makanya nanti akan dilaksanakan muktamar internasional,” tandasnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya usai mengikuti kegiatan jalan sehat, Ustaz Aa Reza mengatakan sudah sebaiknya umat Islam mengupayakan kesehatan jasmani dengan berolahraga.

“Karena olahraga ini merupakan ibadah juga, mudah-mudahan diadakannya jalan sehat kita diberikan oleh Allah kesehatan lahir dan batin,” tuturnya.

Aa Reza menuturkan terdapat hadis Rasulullah Saw yang menceritakan bahwa pada saat nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah menyampaikan pesan kepada semua orang untuk agar senantiasa menebarkan kebaikan dan menjaga ibadah.

“Beliau mengatakan, wahai manusia, tebarkan salam demi tebarkan kedamaian dan tebarkan kebaikan, yang kedua kasih makan orang yang lapar, sholat malam di kala orang sedang tidur,” tuturnya.(dan/ram/kpfm)

149 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.