Ratusan Investor Tertarik Masuk IKN

MAGNET KUAT: Hadirnya pembangunan IKN Nusantara di Sepaku membuat banyak investor melirik Kaltim, terbanyak mengarah ke sektor infrastruktur dan pendidikan.

FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST

SAMARINDA – Optimisme itu bukan tanpa alasan. Tahun lalu, Kaltim punya bekal pencapaian luar biasa. Dari target sebesar Rp 54 triliun, mereka mampu merealisasikan investasi hingga Rp 57,76 triliun. Dengan rincian, penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 18,17 triliun untuk jumlah pekerjaan 1.005 proyek. Kemudian, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 39,59 triliun dengan jumlah pekerjaan 6.706 proyek.

“Kita bisa melampaui target investasi dengan capaian Rp57,76 triliun atau sekitar 106,97 persen dari target,” tutur Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto, Minggu (5/2).

Dia menjelaskan, target realisasi investasi di Kaltim tidak pernah turun, kecuali saat pandemi Covid-19. Selain adanya IKN, capaian yang diraih merupakan keberhasilan dalam melaksanakan instruksi Gubernur Isran Noor dalam penanganan Covid-19. Geliat investasi disebutnya sangat dipengaruhi Covid-19 yang melandai beberapa bulan terakhir, sehingga serapannya bisa maksimal.

Yang membuat bangga, realisasi PMDN Kaltim masuk peringkat lima, di bawah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Riau. Sementara PMA, Kaltim masuk peringkat 10. Di bawah Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Maluku Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Riau, Jawa Tengah, dan Sumatra Utara.

“Dari realisasi PMA, keseluruhan kita tetap tinggi. Harus kita akui penyumbang terbesar PMA masih pertambangan batu bara, namun ke depan kita akan bergeser ke energi terbarukan dan green economy,” katanya.

Untuk target tahun ini, pihaknya berharap banyak dengan pembangunan IKN. Karena hadirnya IKN Nusantara mampu menambah minat investasi dari pihak dalam maupun luar negeri. Namun demikian, bukan kewenangan Pemprov Kaltim untuk menerima investasi di IKN Nusantara. Hal tersebut dikatakannya merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Dampak investasi dengan adanya IKN, yang bisa terlihat jelas banyaknya minat investor baik dari dalam dan luar negeri yang mana mereka meminta melakukan audiensi ke Pemprov Kaltim. Memang yang kini harus dicermati terkait investasi Kaltim, yakni peluang-peluang untuk investor menanamkan modalnya di luar wilayah Otorita IKN. Seperti di kota-kota penyangga, Samarinda dan Balikpapan.

Meski begitu, Pemprov Kaltim tidak menutup jalan untuk investor yang berminat berinvestasi di IKN. Pihaknya tetap akan memfasilitasi pemberian informasi terkait investor yang berminat menanamkan modalnya. Untuk PMA, pihaknya masih bisa memberikan fasilitas sebatas informasi, penanaman modal asing bila berminat ke Otorita kewenangan di pusat termasuk sektor-sektor strategisnya.

“Yang bisa kita lihat sebagai peluang, di luar dari ring Otorita IKN, karena (jika di IKN) sudah pasti kewenangan bukan di kita. Namun, kita bisa membantu memfasilitasi,” tuturnya.

Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) menyampaikan, hingga akhir Januari tercatat lebih dari 100 investor telah menyatakan minat berinvestasi di IKN Nusantara. Sebanyak 90 investor di antaranya telah menyampaikan letter of interest (LoI).

”Kita dapat banyak sebenarnya. Tapi sekarang portfolio yang aktif adalah ini (90 LoI),” kata Kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Bambang Susantono seperti dilansir dari Jawapos.com. Sejumlah sektor investasi yang diminati para investor, di antaranya infrastruktur dan utilitas sebanyak 25 investor, edukasi 15 investor, konsultan 14 investor, perumahan 10 investor, komersial 9 investor, teknologi 6 investor, kesehatan 5 investor, dan perkantoran sebanyak 6 investor.

Bambang menjelaskan, saat ini, ada tiga investor yang siap membangun hunian di IKN. Yakni Konsorsium CCFG Corp dan PT Risjadson Brunsfield Nusantara dengan investasi Rp 30,8 triliun. Selain itu, ada Korea Land and Housing Corp dengan investasi Rp 8,65 triliun dan PT Summarecon Agung Tbk Rp 1,67 triliun. Melalui investasi tersebut akan dibangun 184 tower hunian dengan kapasitas 14.500 jiwa dan direncanakan selesai akhir 2024.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan, sejak 2019 hingga 2022, investasi di sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatan, menunjukkan tren peningkatan hingga 177,9 persen dari Rp 61,6 triliun menjadi Rp 171,2 triliun.

Sektor lain yang menjadi primadona pada 2022 adalah pertambangan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, perumahan dan kawasan industri, serta industri kimia dan farmasi. Pemerintah terus mendorong pengembangan hilirisasi sumber daya alam. Pemerintah pun telah memetakan total kebutuhan investasi Indonesia di sektor hilirisasi mencapai USD 545,3 miliar untuk delapan sektor hilirisasi sumber daya alam.

Bahlil memastikan insentif investasi di IKN Nusantara akan jauh lebih besar dan lebih baik dibandingkan wilayah lain di Indonesia. ”Untuk IKN, saya mempertegas, memperkuat, bahwa tax holiday atau insentif lain di IKN lebih besar dan lebih baik ketimbang daerah lain di Indonesia. Karena kita perlakukan lex specialis untuk di IKN,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, fasilitas khusus tersebut diberikan untuk merangsang investasi di IKN. Pasalnya, sebagai program baru, insentif dinilai akan jadi daya tarik agar investor bisa masuk dan menanamkan modal di sana. ”Ini semua dalam rangka merangsang agar ketika orang melakukan investasi, IRR bisa cepat, BEP (break even point) bisa pasti berapa lama dan saya yakinkan, kalian tidak rugi investasi di sana,” ujarnya.

Bahlil pun mengibaratkan IKN layaknya gadis cantik dari kampung yang belum mendapat polesan. Dia juga meyakinkan, sebagai mantan pengusaha, tidak mungkin memberikan pepesan kosong atau harapan kosong kepada pengusaha lain soal proyek di IKN.

”Untuk IKN, biar pemerintah yang urus izin-izin semua, yang penting kalian datang saja. Ini barang bagus. IKN ini seperti perempuan kampung yang cantik, yang pintar, anggun cuma belum dipoles saja. Saya sebagai orang kampung menjamin barang ini barang bagus. Kalau kami, selalu menganalogikan, dengan latar belakang saya sebagai pengusaha, nggak mungkin saya memberikan pepesan kosong ke para pengusaha,” ucap Bahlil. (ndu/k15/kpg/ala/kpfm)

208 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.