Sosiolog Sebut Waliyin dan RD Mutilasi dan Rebus Redho Tri Agustian Karena Tidak Mampu Mengendalikan Diri

2 pelaku mutilasi Sleman (kiri) dan korban (kanan). (Istimewa)

JawaPos.com – Sosiolog Kriminalitas purna Universitas Gadjah Mada (UGM) Soeprapto menilai langkah Waliyin, 29, dan RD, 38, yang memutilasi hingga merebus mahasiswa UMY Redho Tri Agustian dilatarbelakangi ketidaksiapan menghadapi resiko hukum.

“Itu memang merupakan satu bukti ketidaksiapan pelaku ini menghadapi sanksi hukum,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (23/7).

Hal itu pulalah yang menurutnya membuat Waliyin dan RD berinisiatif menghilangkan jejak pembunuhan dengan tidak hanya memutilasi, tetapi juga merebus anggota tubuh korban.

“Dia juga memang cerdik, sehingga upaya-upaya menghilangkan jejak dia lakukan,” ucap Soeprapto.

“Jadi saya menangkapnya bahwa pelaku ini tidak mampu mengendalikan dirinya ketika menghadapi persoalan yang dihadapi,” pungkasnya.

Sebelumnya, motif mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian oleh Waliyin, 29, dan RD, 38, sedikit demi sedikit mulai terungkap. Meski masih belum sepenuhnya dibuka penyidik Diterskrimum Polda DIJ, tapi sudah mulai ada titik terang.

Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi mengungkap antara kedua pelaku dan korban sudah saling kenal. Perkenalan pelaku dengan korban disebut Endriadi terjadi karena ketiganya tergabung dalam sebuah komunitas. Komunitas itu sendiri juga disebut melakukan aktivitas yang tidak wajar.

Pertemuan antara Redho Tri Agustian  dengan Waliyin dan RD terjadi setelah ketiganya melakukan komunikasi. Setelah bertemu, Endriadi menyebut ketiganya melakukan aktivitas yang tidak wajar. Hanya saja, Endriadi sama sekali tidak menjelaskan secara rinci ‘aktivitas tidak wajar’ yang dimaksudnya. Hanya saja dia menyebut bahwa aktivitas itu berhubungan dengan kekerasan.

“Nanti masih kami lakukan pendalaman selanjutnya akan disampaikan kembali,” kata Endriadi seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group). (jpc/kpfm)

164 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.