Hadapi Tantangan Bangsa, Ganjar Dianggap Butuh Cawapres Model Menteri PUPR

Ganjar Pranowo, Capres Indonesia 2024

JawaPos.com – Bursa Calon Wakil Presiden Ganjar Prabowo semakin hangat. Nama-nama besar bermunculan sejak awal. Seperti Sandiaga Uno, Khofifah Indar Parawansa, Ridwan Kamil hingga Mahfud MD. Baru-baru ini bahkan muncul nama Basuki Hadimuljono dan Sri Mulyani sebagai alternatif.

Pengamat ekonomi, Harry Seldadyo mengatakan, kombinasi antara kekuatan politik dan teknokratik adalah kombinasi yang pas untuk memimpin Indonesia. Terlebih untuk menyambut tantangan Indonesia ke depan

“Pada tahun 2030, Indonesia akan menghadapi tiga tantangan utama. Pertama, bonus demografi. Badan Pusat Statistik memperkirakan puncak bonus demografi akan terjadi pada bentang tahun 2020-2030. Kedua, puncak transformasi digital diagendakan juga terjadi pada masa yang sama. Ketiga, Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat global—dan akan diikuti oleh negara-negara anggota PBB—mencapai tenggatnya pada tahun itu juga,” ujar Harry kepada wartawan, Selasa (12/9).

Untuk menyambut berbagai macam tantangan tersebut, Harry menilai dibutuhkan 3 syarat kepemimpinan dengan kemampuan teknokratik. Pertama, duet antara pemimpin yang berpengalaman empiri dengan pemimpin yang berkapasitas dan berpengalaman teknis pembangunan.

“Duet ini amat jelas bukanlah duet antara retorika kosong ataupun berapi-api dengan kompetensi ataupun pengalaman cekak. Dalam ekspresi lain, duet ini adalah kombinasi antara pemimpin yang terbukti mengenal betul denyut nadi rakyat dan tantangan masa depan dengan pemimpin yang terbukti memiliki kapasitas eksekusi teknokrasi yang jitu,” jelasnya.

“Kedua, duet itu adalah metamorph antara pemimpin rakyat yang sesungguhnya yang bergandengan erat dengan sosok tangan dingin yang terbukti efektif menerjemahkan anggaran negara menjadi icon-icon mahakarya pembangunan,” imbuhnya.

Ketiga adalah duet dwitunggal, berupa kekuatan politik dan kapasitas teknokrasi dalam suatu harmoni. Duet ini perpaduan antara harapan rakyat dan keberlanjutan kerja nyata.

Harry menyimpulkan, ketiga syarat tersebut ada di dalam pasangan Ganjar Prabowo dan Basuki Hadimuljono. “Tanpa mengabaikan potensi bakal-bakal calon presiden lain, Ganjar Prabowo tampaknya lebih tepat berada dalam kriteria leadership itu. Pendampingnya, sesungguhnya amat logis jika diarahkan pada Basuki Hadimoeljono, pemuncak Kementerian PUPR saat ini,” pungkasnya. (jpc/kpfm)

168 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.