Penguatan Produk Lokal Melalui Palangka Raya Fair


KPFM, PALANGKA RAYA – Palangka Raya Fair ke-XI tahun 2019 telah digelar, kegiatan yang berlangsung di lapangan Sanaman Mantikei Palangka Raya tersebut, merupakan even tahunan yang digagas Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, dan telah berakhir 28 Agustus.

Event Palangka Raya Fair, digelar sebagai puncak dari rangkaian peringatan hari jadi ke-62 Kota Palangka Raya dan hari jadi ke-54 Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.

Palangka Raya Fair tahun ini diharapkan mampu menjadi penguatan  smart ekonomi, dalam upaya mendongkrak daya saing Wirausaha Millennial.

Anggota DPRD Palanga Raya, Wahid Yusuf mengajak pelaku usaha ekonomi produktif, terutama Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) maupun  pemerintah kota, setempat untuk benar-benar memanfaatkan Palangka Raya Fair, sebagai ajang dalam memperkenalkan potensi dan keunggulan produk usaha kecil menengah yang ada di kota setempat.

“Ya, produk usaha kecil kita tak kalah dari produk daerah lain. Selama ini kelemahannya hanya terletak pada kurangnya promosi dan pemasaran,” ungkapnya, Senin (26/8)

Dilanjutkan Wahid, kerajinan tangan, seperti souvenir, ukir-ukiran maupun anyaman rotan ataupun hasil produk dari getah nyatu termasuk juga makanan dan minuman, semuanya telah dihasilkan beragam oleh produksi rumah tangga ataupun UMKM.

Namun kata dia, lagi-lagi produk bernilai lokal yang dihasilkan pengiat usaha ekomoi kerakyaranan dari usaha kecil menengah tersebut, harus terkendala dalam promosi dan pemasaran.

“Maka itu saya katakan, even seperti Palangka Raya Fair ini, harus betul-betul menjadi sarana yang  efektif untuk memperkenalkan produk usaha lokal maupun UMKM yang ada di Kota Cantik,” cetusnya.

Menurut politikus Partai Golkar ini,  akan sangat disayangkan jika even Palangka Raya Fair yang setiap tahunnya digelar tersebut, belum memberikan kontribusi terhadap pengembangan dunia usaha kecil lokal.

Bagusnya lagi tambah Wahid, melalui even ini mampu mengundang daya tarik para pemilik modal besar untuk berinvestasi dalam membantu pengembangan sebuah produk usaha kecil.

“Intinya bagaimana mendorong investr ataupun perbankan mamu membantu dalam pengembangan potensi produk unggulan yang dihasilakna oleh pelaku usaha kecil atau UMKM,” pungkasnya.(den/dha/KPFM)

276 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.