Fesyar ketiga Resmi dibuka di Banjarmasin

BANJARMASIN – Bank Indonesia kembali menggelar Acara Festival Ekonomi Syariah(Fesyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada Kamis malam 12/9. Acara Fesyar Resmi dibuka langsung Deputi Bank Indonesia Rosmaya Hadi, di dampingi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Kalsel Herawanto, Staf Ahli SDM dan Kemasyarakatan Kalsel, Forkompinda serta tamu undangan lainya.
 
Fesyar KTI kali ini dengan tema Bergerak Bersama Ekonomi Syariah. Kegiatan Fesyar adalah sebagai bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap visi indonesia, sebagai pusat pengembangan ekonomi dan dan keuangan Syariah Dunia. Acara dilaksanakan di dua tempat yakni atrium Duta Mall dan Hotel Mercure Banjarmasin Kalimantan Selatan. 
 
Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Banjarmasin Herawanto menyatakan, FESyar merupakan salah satu sarana untuk menampilkan dan mempromosikan produk, maupun kegiatan terkait ekonomi syariah secara terstruktur di seluruh wilayah indonesia.
 
“Fesyar sudah ketiga kalinya ini digelar, dan Kami bangga karena Banjarmasin sebagai tuan rumah. Peserta Fesyar KTI 2019 ini terdiri dari seluruh Provinsi Kawasan Timur Indonesia, meliputi Provinsi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua,” Katanya.
 
Pagelaran Fesyar 2019 akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 12-14 September 2019.
 
“Kehadiran konsep ekonomi Syariah bagi masyarakat Banjar, merupakan hal yang tidak asing lagi, karena nilai-nilai ajaran Islam yang berkaitan hal tersebut, sudah menjadi kebiasaan sehari-harinya, potensi Kalsel sangat besar untuk menggalang ekonomi syariah sebagai salah satu sumber baru sebagai pertumbuhan ekonomi,” Ungkap Herawanto.
 
Sementara itu, Deputi bank indonesia Rosmaya Hadi dalam sambutannya mengatakan, Fesyar diadakan untuk saling sinergi, hal ini merupakan langkah-langkah komitmen dari KMKS, bank indonesia, dan dari stake holder di seluruh indonesia untuk memajukan ekonomi syariah.
 
“Sudah waktunya kita mengembangkan ekonomi syariah, saat ini Kondisi ekonomi Global sudah menurun, 3,2 persen. Maknanya telah menjadi pelemahan ekonomi di dunia. Jika ekonomi dunia sedang tidak menentu, maka Dampaknya terasa bagi indonesia seperti ekpor barang menjadi berkurang, dengan adanya Kegiatan Fesyar ini, Kita mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk dapat berkembang,” Ungkap deputi Bank indonesia 
 
Fesyar KTI 2019 terbagi dalam dua kegiatan besar yaitu Shari’a economic forum dan Shari’a fair. Fesyar juga mengikutsertakan stakeholder ekonomi dan keuangan syariah di wilayah regional kawasan indonesia timur. (Dha)
340 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.