Soal Mudah, Tetap Gagal Lewati Ambang Batas

Peserta CPNS ketika antre melakukan registrasi sebelum memasuki ruang CAT di BKD Kalteng, kemarin (2/2). (DENAR/KALTENG POS)

PALANGKA RAYA-Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mulai digelar. Seleksi yang menggunakan metode computer assisted test (CAT) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng, Minggu (2/2) mulai pukul 08.00 wib hingga pukul 17.30 WIB.

Hingga tadi malam, panitia dari BKD masih sibuk merekap data-data hasil tes SKD yang kemarin terbagi lima sesi itu. Mereka sangat teliti merinci data-data peserta yang melewati ambang batas atau passing grade tes CPNS. Hari ini (3/2) data peserta yang lolos passing grade itu akan diumumkan.

Meskipun demikian, berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam setiap sesi kemarin. Panitia melihat jumlah peserta CPNS yang melewati passing grade lebih banyak dibandingkan seleksi CPNS 2018 lalu. Jika menengok pada seleksi CPNS 2018, setiap sesi jumlah peserta yang lolos bisa dihitung jari bahkan ada sesi yang tidak ada satupun yang melewati ambang batas.

Sementara itu, pada seleksi CPNS tahun ini, berdasarkan pantauan setiap sesinya. Panitia dari BKD melihat lebih banyak peserta yang lolos. Namun, mereka belum mengetahui angka pasti berapa total yang berhasil melewati ambang batas CPNS tahun yang yang ditetapkan untuk TWK 65, TIU 80 dan TKP 126 tersebut.

“Jika dibandingkan dengan pelaksanaan SKD tahun lalu saya menilai tahun ini lebih banyak yang melewati ambang batas daripada 2018 lalu,” ucap Kepala BKD Kalteng Katma F Dirun melalui Kepala Bidang (kabid) Pengembangan Suhufi Ibrohim di Kantor BKD Kalteng, kemarin (2/2).

Sementara itu, pernyataan salah seorang peserta, Nanik Wahyuni, memang diakuinya soal-soal SKD kali ini lebih mudah dari penerimaan sebelum-sebelummya. Hal itu ia rasakan sendiri lantaran sudah empat kali mengikuti seleksi penerimaan CPNS di Kalteng ini.

“Iya, memang soalnya lebih mudah karena saya sudah empat kali mengikuti seleksi, jadi terasa perbedaanya,” katanya saat dibincangi usai mengikuti tes.

Tetapi, meski demikian, perempuan yang sehari-hari mengajar di SLB Sampit ini tidak memenuhi ambang batas. Padahal, lanjut dia, ambang batas juga sudah diturunkan. Tetapi, meski soal-soal mudah khusus untuk bahasa Indonesia tetap saja soalnya panjang sehingga waktu yang diberikan tidak cukup untuk menyelesaikan seratus soal.

“Soal lainnya mudah, seperti matematika tidak sesulit sebelumnya. Yang membuat bingung adalah soal di TKP dan soal-soal bahasa Indonesia yang panjang,” tegasnya kepada Kalteng Pos.

Sempat nangis, saat mengetahui dirinya tidak lolos. Saat diwawancarai Kalteng Pos (Grup Kaltengpos.co), perempuan sekaligus penulis ini sedang menunggu jemputan travel yang hendak bertolak langsung ke Sampit.

“Iya saya nangis, kenapa masih tidak lulus. Tetapi tidak masalah, mungkin memang bukan rezekinya. Saya akan kembali fokus ke pekerjaan saya sebagai guru honor di SLB Sampit,” kata perempuan 30 tahun ini. (abw/ala/dar)

193 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.