Honorer Dinkes Curi Ribuan Masker

DENAR/KALTENG POS
DIJEBLOSKAN KE PENJARA: Deny Parimasta yang bekerja sebagai cleaning service di Dinkes Kalteng kini menyandang status tersangka pencurian masker.

Sayuti: Dinkes Tidak Menimbun APD

KETIKA banyak orang memerlukan pelindung diri menghadapi virus corona atau covid-19  ada saja orang yang memanfaatkan situasi ini. Misalnya masker bedah yang sulit ditemukan di pasaran tentu saja menjadi buruan. Sadar bakal menguntungkan, Deny Parimasta (28) seorang cleaning service pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng gelap mata. Honorer yang mengabdi selama tujuh tahun itu mencuri ribuan masker di Gudang Farmasi pada kantor kantornya di Jalan Yos Sudarso, akhir pekan lalu.

Sedikitnya 6.000 lembar masker bedah dan masker N-95 sebanyak dua boks yang dipindahtempatkan secara sembunyi-sembunyi. “Tersangka membobol gudang dengan cara membuka pintu menggunakan kunci ring ukuran 10. Dengan melengkapi diri dengan APD, dia mengambil masker yang disimpan di ruangan tersebut,” kata Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri didampingi Kabagops Kompol Hemat Siburian dan Kasatreskrim Kompol Todoan Agung, Minggu (12/4).

Kepala Dinkes Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, masker yang dicuri itu merupakan masker bedah yang memang diperuntukkan bagi para tenaga medis yang terlibat dalam pelayanan kesehatan di Kalteng, baik dalam rangka penanganan Covid-19 maupun pelayanan kesehatan lainnya.  Masker yang dicuri itu merupakan buffer stock (stok penyangga). Disimpan untuk jaga-jaga jika terjadi krisis perbekalan farmasi.

“Jika ada yang dikeluarkan, misalnya untuk dibagikan atau diberikan kepada rumah sakit ataupun dinkes kabupaten/kota, maka segera harus diadakan pengadaan, baik melalui donasi bantuan, permintaan ke pemerintah pusat, atau beli sendiri. Ini juga sekaligus menginformasikan bahwasannya Dinkes Kalteng tidak melakukan penimbunan, tetapi ini memang buffer stok untuk kebutuhan tenaga medis,” pungkasnya. (abw/oiq/ard/ce/ram)

437 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.