Waduh… Tak Hanya Dioplos, Beratnya Juga Dikurangi

SONY/KALTENG POS
PRAKTIK NAKAL: Wakapolres Kobar Kompol Boni Ariefianto menginterogasi Lies Junairi selaku tersangka pengoplos beras, di mapolres setempat, kemarin (11/5).

Polisi Ungkap Bisnis Haram Beras Oplosan

PRAKTIK nakal pedagang beras yang satu ini jangan ditiru. Demi mendapatkan keuntungan lebih banyak dia nekat mengoplos atau mencampur beras yang busuk dan yang baru untuk dijual. Bahkan perbuatan ini sudah berjalan lama, sejak 2015 silam. Beruntung Satreskrim Polres Kotawaringin Barat (Kobar) berhasil membongkarnya.

Pelaku beras oplosan ini adalah Lies Juniari. Pria 40 tahun tersebut melakukan praktik nakal di sebuah gudang yang terletak Jalan A Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan. Pelaku mencampur beras busuk dan yang baru itu kedalam kemasan merek terkenal untuk selanjutnya diedarkan di wilayah Kobar, Lamandau dan Sukamara.  

Bukan hanya itu, ternyata perdagangan beras ini menjual tidak sesuai dengan ukuran atau timbangan dalam dalam kemasan 5, 10 dan 20 Kg. Inilah kemudian membuat warga melaporkan kepada pihak kepolisian. Awalnya berkaitan dengan ukuran beras yang selama ini dinilai tidak sesuai. Polisi yang mendapatkan laporan langsung melakukan penggerebekan serta penggeledahan pada Sabtu (9/5).

“Kami temukan barang bukti ribuan kilogram beras, baik yang masih dalam karung maupun yang ditutup terpal. Setelah kami selidiki, ternyata banyak beras yang sudah busuk lalu dioplos dengan beras baru,” kata Kapolres Kobar AKBP E Dharma B Ginting melalui Wakapolres Kompol Boni Ariefianto, kemarin. (kaltengpos/KPFM-101)

450 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.