Siapkan Dapur Umum dan Sembako Gratis

PATHUR/KALTENG POS
KEBUTUHAN POKOK: Lurah Menteng Rossalinda Rahmana Sari (berkerudung) menggantungkan beberapa kebutuhan pangan di posko mandiri RT 01 dan RW XIII Jalan Yogyakarta, Jumat (5/6).

Cara Kelurahan Menteng Melawan Virus Corona

Di tengah pandemi Covid-19 ini, yang menjadi perhatian bukan hanya kesehatan, tapi juga soal pemenuhan kebutuhan pangan. Hal tersebut menggerakkan masyarakat untuk bahu-membahu “membentengi” diri dari virus mematikan ini maupun menyiapkan kebutuhan pangan gratis bagi sesama yang sungguh membutuhkan.

PATHUR RAHMAN, Palangka Raya

KESADARAN masyarakat untuk bergotong royong meningkat akhir-akhir ini. Terbukti dengan makin banyak warga yang tegerak hati membangun posko check point secara swadaya di wilayah masing-masing. Tak terkecuali warga Jalan Yogyakarta, RT 01 RW XII, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. Bersama-sama mereka membangun posko multifungsi.

Lurah Menteng Rossalinda Rahmana Sari mengatakan, pembangunan posko oleh warga di wilayah kelurahan yang dipimpinnya itu merupakan buah inovasi dari Ketua RT 01 Arniansyah bersama Ketua RW XII Khairul Fahmi. Hal yang membanggakan bahwa posko yang mereka dirikan itu mengandalkan dana swadaya warga RT 01.

“Posko ini berdiri oleh dan untuk masyarakat. Tujuannya untuk membantu warga sekitar yang membutuhkan,” ucapnya saat diwawancarai Kalteng Pos di Posko Jalan Yogyakarta, Jumat (5/6).

Warga sekitar Jalan Yogyakarta yang membutuhkan sembako dapat mengambilnya ke posko multifungsi ini. Syaratnya, satu orang hanya boleh mengambil satu bungkus bahan pokok. Hal ini dimaksudkan agar semua warga bisa merasakan manfaatnya.

Posko yang berada di Jalan Yogyakarta ini disebut multifungsi. Selain untuk pengawasan keluar masuk orang, posko ini juga berfungsi sebagai posko sembako gratis. Di tempat itu pun disediakan dapur umum. Warga sekitar yang kebetulan melintas atau ingin makan, bisa mendatangi posko tersebut. Gratis alias dipungut biaya.

Sejauh ini hanya warga sekitar yang menerima manfaat dari dapur umum ini. Ke depannya pihak kelurahan akan berupaya membagikan olahan dari dapur umum kepada warga lain yang membutuhkan.

Keberadaan posko multifungsi ini cukup membantu warga sekitar yang terdampak. Masyarakat pun merespons positif dan mengapresiasi adanya posko ini. Bahkan sekitar 40-an orang menjadi relawan di posko tersebut.

Menurut Ketua RT 01, Arniansyah, ada sekitar 40 personel yang ikut berpartisipasi untuk bertugas di posko ini, baik yang melakukan pengawasan maupun yang bertugas di dapur umum.

Arniansyah mengungkapkan, posko ini sudah eksis selama kurang lebih dua bulan. Awalnya hanya berupa tenda sewaan. “Daripada sewa tenda terus-terusan, lebih baik kami bangun posko di siskamling ini saja,” beber Arniansyah.

Meski kehadiran posko ini sudah kurang lebih dua bulan, tapi dapur umum dan posko gratis sembako baru berjalan seminggu. Arniansyah berharap bahwa program yang sudah dijalankan pihaknya bisa lebih berkembang jika di-support Kelurahan Menteng.

“Alhamdulilah hari ini ada bantuan dari masyarakat sekitar, yakni dua dus mi instan. Juga ada bantuan dari Ibu Lurah Menteng Rossalinda Rahmanasari berupa dua dus air mineral dan satu dus mi instan,” tuturnya.

Dana operasional posko ini tidak dibebankan kepada lurah, RT, maupun RW. Justru warga RT 01 RW XIII bahu-membahu dalam operasionalnya demi keamanan dan kesejahteraan bersama.

Selain dapur umum, pengawasan keluar masuk orang, dan tempat pembagian sembako gratis, relawan posko ini juga aktif dalam melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara mandiri, untuk mencegah persebaran Covid-19.

Terhitung sudah sembilan kali penyemprotan yang dilakukan di wilayah permukiman RW XIII dengan menggunakan peralatana pribadi. Sementara, cairan disinfektan yang digunakan didapatkan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sebanyak 1.200 liter cairan disinfektan. Warga yang ingin melakukan penyemprotan mandiri secara rutin di rumah, bisa saja membawa jeriken untuk mengambil cairan di posko tersebut secara gratis.

Terkait mekanisme pengawasan keluar masuk orang, pihaknya meminta para pelintas untuk menunjukan KTP dan menyebutkan keperluan ke wilayah itu. Lebih baik lagi jika pelintas bisa menunjukkan surat bebas Covid-19.

Ketua RW XIII, Khairul Fahmi mengungkapkan, pendirian posko tersebut merupakan gerakan spontanitas masyarakat melihat masifnya penyebaran Covid-19 di Kota Cantik ini.

Ada inisiatif dari masyarakat untuk memproteksi wilayah RW XIII dengan mendirikan posko multifungsi ini. Apalagi RW XIII membawahi tujuh RT. Selain karena banyaknya warga yang berdomisili di wilayah itu, pendirian posko pengawasan itu juga menimbang bahwa wilayah tersebut menjadi sentra, sehingga memudahkan pengontrolan di kawasan RW XIII.

“Posko di RT 01 ini kan posko perdana di kawasan RW XIII. Jadi, RT-RT lain diharapkan bisa mengikuti gerakan yang sudah dilakukan oleh RT 01, sehingga semakin banyak warga yang terbantu,” tutupnya. (kaltengpos/KPFM-101)

291 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.