Apresiasi Penyediaan Laboratorium PCR Oleh Polda Kalteng

Peresmian Laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) Dhira Brata Rumah Sakit Bhayangkara TK III Palangkara Raya, Selasa (14/7) kemarin.
 

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi Kalteng mengapresiasi upaya Polda Kalteng dengan menyediakan laboratorium PCR di RS Bhayangkara Palangka Raya saat ini.

“Jika selama ini proses pengiriman cukup lama ke Jakarta dan Banjar Baru, maka dengan jumlah laboratorium yang sudah semakin banyak maka akan mempercepat proses pemeriksaan,” kata Sekda Kalteng Fahrizal Fitri saat menghadiri peresmian Laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) Dhira Brata Rumah Sakit Bhayangkara TK III Palangkara Raya, Selasa (14/7) kemarin.

Menurutnya, dengan semakin tersebar alat pemeriksaan PCR di seluruh Kalteng, maka akan mempermudah dan mempercepat proses pengujian sample terduga Covid-19.

“Kami selaku Pemerintah Provinsi Kalteng mengucapkan terima kasih dengan adanya peran serta dari Polda Povinsi Kalteng di bawah komando Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo,” pungkasnya.

Dengan demikian pihaknya akan tetap berkolaborasi dan saling mendukung. Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dan RS Doris Sylvanus akan saling mendukung, berkenaan dengan reagen-reagen (bahan yang dipakai dalam reaksi kimia, biasa dipakai untuk mengetes darah) dan mengenai kebutuhan bimbingan-bimbingan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang ada di RS Bhayangkara.

“Untuk ketersediaan reagen, Pemerintah Provinsi Kalteng merencanakan dengan memesan bahan tersebut jauh lebih awal sebelum ketersediaan menipis. Namun karena terkendala pengiriman dari Luar negeri, maka segera dilakukan pemesanan reagen tersebut,” lanjutnya.

Pemerintah Provinsi Kalteng akan terus melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, berkaitan dengan protokol kesehatan dan melakukan tracing (penelusuran) secara agresif.

“Sesuai perintah Presiden RI H Joko Widodo maka kita berharap tracing (penelusuran) ini betul-betul segera ditelusuri apabila ada kasus tertentu dan kontak eratnya dengan siapa saja, supaya dilakukan lokalisir,” tegasnya.

Selain itu, saat ini tidak ada lagi isolasi mandiri. Pemda harus menyiapkan isolasi apabila. Sebab dikhawatirkan jika melakukan isolasi mandiri, maka tidak akan mengetahui kedisiplinan yang dilakukan.

“Dengan adanya asrama atau ruangan isolasi yang disiapkan oleh pemerintah akan dijaga dan aktifitasnya dapat dikontrol setiap saat,” ungkapnya.(kaltengpos/KPFM-101)

311 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.