Tergiur Jadi Honorer, Ratusan Warga Tertipu Oknum ASN

MENENANGKAN: Kadisnakertrans Kapuas Deny Harsono (paling kanan) memberi penjelasan kepada para pencari kerja yang diduga telah ditipu YN, kemarin. GALIH/KALTENG POS

KUALA KAPUAS-Dinas Transmigrasi (Distran) Kabupaten Kapuas menjadi heboh karena didatangi para pencari kerja (pencaker), kemarin (6/10). Ternyata kedatangan mereka untuk mempertanyakan kebenaran penerimaan tenaga kontrak atau honor sebagaimana dijanjikan YN. Diketahui YN merupakan oknum aparatur sipil negara (ASN) yang saat ini aktif bekerja sebagai staf di Kelurahan Barimba, Kecamatan Kapuas Hilir. Ia juga merupakan mantan staf di Distran Kapuas.

Salah satu perwakilan pencari kerja, Yoganata Lubis mengatakan, mereka ingin masalah ini diselesaikan secara baik dan meminta YN mengembalikan uang jaminan yang telah disetorkan. Janji yang dibuat YN ternyata palsu. Karena itulah ia dan kawan-kawan sesama korban mendatangi Distran Kapuas untuk menemukan kebenaran dan kepastian .

“Makanya kami semua sepakat melapor ke Polres Kapuas,” tegas Yoganata Lubis.

Menurut para korban, YN mengaku menjabat sebagai kepala bidang di Distran Kapuas. Dalam perbincangan YN juga selalu mencatut nama kadistran, beberapa kabid, serta Rosida selaku bendahara yang dipercaya kadis dan sebagai salah satu nama rekening guna tempat menyetorkan uang jaminan yang diminta. 

Uang jaminan yang disetorkan para korban bervariasi besarannya. Mulai dari Rp4,5 juta hingga 5,25 juta. Untuk menyakinkan para korban, penyetoran uang itu dibuatkan kuitansi tanda terima. Apabila yang bersangkutan sudah aktif satu bulan menjalankan tugas dengan syarat tidak boleh absen. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, maka uang jaminan dianggap hilang.

Guna memuluskan aksinya, YN diduga memalsukan SK pengangkatan sebagai tenaga kontrak/honor yang ditandatangani Plt sekda yang notabenenya nama yang menjabat Plt sekda tersebut tidak ada dalam jajaran Pemkab Kapuas. Sebagai contoh, adanya nama H. Nasrawi. Seharusnya H. Masrani. Ada pula nama Septiadi, yang seharusnya Septedy.

Dugaan penipuan ini akhirnya terbongkar setelah para pencari kerja merasa curiga lalu mendatangi kantor dinas trasmigrasi guna mengecek kebenaran. “Sebab kadistrans menyatakan bahwa untuk tahun 2020 tidak ada perekrutan atau pembukaan lowongan bagi tenaga kontrak atau honor,” pungkasnya.

Menanggapi kasus ini, Kadistrans Kabupaten Kapuas Deny Harsono menegaskan, untuk tahun ini Distran Kapuas tidak membuka lowongan kerja bagi tenaga kontrak maupun honor. Kalaupun ada, lanjutnya, pasti dilakukan secara terbuka dan diumumkan lewat media massa.

“Kepada mereka (korban, red) yang merasa telah ditipu dan telah menyetorkan sejumlah uang, saya sarankan untuk melaporkan ke pihak berwajib guna proses selanjutnya,” tegasnya.(alh/sja/ce/ala)

280 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.