Dua Desa Tuntut Plasma Grup Sampoerna

RITUAL ADAT: Perwakilan dari Aksi Bela Dayak Laman Baru memasang ancak di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT SMG. (foto: Wendi Untuk Kalteng Pos)

SUKAMARA – Sejumlah warga dari dua desa di Kabupaten Sukamara mengelar aksi demo di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sumber Mahardika Graha (SMG). Warga dari Desa Laman Baru dan Desa Ajang tersebut diketahui sudah mengelar aksi demo sejak tiga hari terakhir dengan tuntutan realisasi plasma sebanyak 20 persen dari HGU milik anak perusahaan dari PT Union Sampoerna Triputra Persada (USTP) Group tersebut.

Dalam aksi tersebut kelompok Bela Dayak Laman Baru yang diketuai Wendy Loentan itu menyapaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan PT SMG. Mereka menilai kehadiran perusahaan di bawah naungan USTP tersebut tidak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar area perusahaan.

Dalam keterangan pers yang disampaikan kepada Kalteng Pos (grup kpfmpalangkaraya), Ketua Aksi Bela Dayak Laman Baru Wendy Loentan mengatakan, sejak awal beroperasi di Desa Laman Baru dan Desa Ajang, pihak perusahaan tidak menyelesaikan hak-hak masyarakat. Pembukaan lahan dan pembangunan kebun dilakukan tanpa proses ganti rugi, sehingga masyarakat merasa sangat dirugikan dengan adanya aktivitas perusahaan di atas lahan warga.

“Mengingat tanah merupakan aset produksi penting, masyarakat bukan saja kehilangan tanah, tapi juga ketidakadilan dari perusahaan karena tidak adanya program plasma 20 persen sebagaimana yang menjadi kewajiban perusahaan. Wajar kiranya masyarakat Desa Laman Baru dan Desa Ajang mempertanyakan kontribusi perusahaan selama ini,” ucap Wendy Loentan, Senin (9/11).

Wendi menambahkan, selain persoalan kewajiban plasma, pihaknya juga menyampaikan tuntutan kepada PT SMG terkait penyelesaian ganti rugi lahan. “Belum terselesaikan ganti rugi lahan di Desa Ajang milik H Suriansyah. Meskipun telah beberapa kali dilakukan pertemuan, tapi hingga kini belum ada iktikad dari pihak PT SMG untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya.

Wendy menambahkan, pihaknya juga menuntut agar diselesaikannya proses ganti rugi lahan masyarakat di Desa Laman Baru dengan luas 181 hektare. Kelompok Bela Dayak Laman Baru meminta agar sementara waktu PT SMG tidak melakukan aktivitas perusahaan pada lahan yang disengketakan. Wendy menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan aksi demo hingga permasalahan ini diselesaikan.

Menanggapi aksi tersebut, pihak manajemen PT SMG mengaku telah sepakat untuk mengakomodasi sejumlah tuntutan warga dua desa tersebut. Di antaranya tentang kesepakatan kewajiban plasma. Perusahaan ingin adanya kesepakatan bersama dengan warga Desa Ajang dan Laman Baru dalam membentuk tim investigasi.

General Manager (GM) PT SMG Dwi Nugroho menemui langsung kelompok warga yang menyampaikan aspirasi itu. Pihaknya memberi sejumlah tanggapan. Antara lain, untuk proses ganti rugi lahan yang menurut pendemo belum dilaksanakan, sedangkan versi perusahaan sudah dilaksanakan, pihaknya meminta pembentukan tim investigasi yang beranggotakan perwakilan warga, perwakilan perusahaan, dan pemerintah, dalam hal ini pemerintah desa dan musyawarah pimpinan Kecamatan Permata Kecubung.

“Terkait tuntutan plasma akan kami sampaikan ke pihak manajemen pusat di Jakarta, karena hal tersebut tidak bisa diputuskan di sini. Sementara untuk program CSR, akan kami perbaiki lagi dengan membuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (lan/ce/ala)

PAHLAWAN: Plt Gubernur Habib Ismail Bin Yahya dan Forkopimda melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sanaman Lampang, Palangka Raya, Selasa (10/11). (foto: humas)

Hari Pahlawan, Plt Gubernur Tabur Bunga di TMP Sanaman Lampang

PALANGKA RAYA-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya menghadiri upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sanaman Lampang, Palangka Raya, Selasa (10/11).

Upacara ziarah dan tabur bunga ini dilaksanakan dalam rangka Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November. Hari Pahlawan Tahun 2020, mengangkat tema “Pahlawanku Sepanjang Masa”. Upacara yang digelar secara sederhana ini dimulai sekitar pukul 08.04 WIB. Danrem 102/PJG bertindak sebagai Inspektur Upacara. Meskipun dalam masa pandemi Covid-19, upacara berlangsung secara khidmat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Usai upacara, Plt Gubernur dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan tabur bunga ke sejumlah makam pahlawan, diantaranya Tjilik Riwut dan H.M. Kaspul Anwar. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan tali asih dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada 5 orang pejuang veteran.

Dalam keterangan pers, Plt Gubernur mengajak masyarakat Kalteng, khususnya anak muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

“Kita berharap, kita semua khususnya anak – anak muda, mampu bertekad meneruskan perjuangan ini, mengisi kemerdekaan ini dengan segala sesuatu yang bermanfaat untuk daerah kita, bangsa dan negara”, kata Plt. Gubernur.

Hadir dalam acara tersebut, diantaranya Ketua DPRD Wiyatno, Kapolda Irjen Pol Dedy Prasetyo, Danrem 102/PJG Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kepala Kejaksaan Tinggi Mukri, Ketua Pengadilan Tinggi Mochamad Hatta, Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri, Walikota Palangka Raya Fairid Naparin, serta Kepala Perangkat Daerah terkait.(hms/bud)

324 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.