Empat Warga Tewas Tertimbun Longsoran di Tambang Emas

KUALA KURUN – Peristiwa nahas menimpa empat warga di Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Mereka tewas setelah tertimbun tanah longsor di lokasi tambang emas tradisional dekat Sungai Kalewan, Desa Sarerangan, Kecamatan Tewah. Tragedi memilukan itu terjadi pada Sabtu (14/11) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolres Gunung Mas AKBP Rudi Asriman SIK melalui Kapolsek Tewah Iptu Nanang Mauludi SH menjelaskan, peristiwa tanah longsor di daerah tambang emas rakyat tersebut mengakibatkan empat orang pekerja meninggal dunia. Mereka adalah Doni, Karlie, Minarti, dan Yupita. Sedangkan korban bernama Sidi berhasil selamat.

Dikatakan kapolsek, peristiwa tersebut berawal saat korban Sidi, Doni, Karlie, dan Yupita bekerja menambang emas di daerah Sungai Kalewan. Saat itu Doni menyemprot tanah menggunakan slang. Tiba-tiba tanah longsor dan menimbun seluruh tubuh Doni.

Melihat hal tersebut, Sidi langsung mematikan mesin domping dan bergegas menolong korban, dibantu Karlie, Minarti, dan Yupita. Apesnya, saat sedang berusaha menolong Doni, tiba-tiba terjadi longsor susulan. Semua mereka tertimbun tanah.

Lebih lanjut dikatakan Nanang, korban bernama Sidi berhasil menyelamatkan diri keluar dari timbunan tanah longsor tersebut. Kemudian ia pergi ke Desa Sarerangan untuk mengabarkan kejadian tersebut dan meminta pertolongan warga.

“Sekitar pukul 14.00 WIB, warga desa langsung berangkat menuju tempat lokasi kejadian, menolong para korban dengan menggunakan peralatan seadanya. Sekitar pukul 15.00 WIB empat korban tersebut berhasil dievakuasi warga, tapi sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah para korban langsung dibawa ke rumah keluarga masing masing di Desa Sarerangan,” bebernya.

Dikatakan Nanang, sejak kejadian itu belum ada laporan dari pihak korban ke Kantor Polsek Tewah. Kepolisian baru mengetahui informasi soal adanya kejadian itu setelah menerima telepon dari kepala Desa Sarerangan selaku saksi pada pukul 20.00 WIB.

“Karena kami mendapat informasi dari kades pada malam harinya, maka tidak memungkinkan untuk segera mendatangi lokasi TKP malam itu juga. Apalagi sedang turun hujan. Perjalanan ke TKP hanya dapat ditempuh menggunakan kelotok dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar empat kilometer dari tepi Sungai Kahayan. Penyelidikan di TKP dilakukan pada Minggu ( 15/11 ),” pungkas Nanang. (okt/ce/ala)

WIB, warga desa langsung berangkat menuju tempat lokasi kejadian, menolong para korban dengan menggunakan peralatan seadanya. Sekitar pukul 15.00 WIB empat korban tersebut berhasil dievakuasi warga, tapi sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah para korban langsung dibawa ke rumah keluarga masing masing di Desa Sarerangan,” bebernya.
Dikatakan Nanang, sejak kejadian itu belum ada laporan dari pihak korban ke Kantor Polsek Tewah. Kepolisian baru mengetahui informasi soal adanya kejadian itu setelah menerima telepon dari kepala Desa Sarerangan selaku saksi pada pukul 20.00 WIB.

“Karena kami mendapat informasi dari kades pada malam harinya, maka tidak memungkinkan untuk segera mendatangi lokasi TKP malam itu juga. Apalagi sedang turun hujan. Perjalanan ke TKP hanya dapat ditempuh menggunakan kelotok dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar empat kilometer dari tepi Sungai Kahayan. Penyelidikan di TKP dilakukan pada Minggu ( 15/11 ),” pungkas Nanang. (okt/ce/ala)

447 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.