Idealnya, Persebaya Akan Kembali Latihan Desember Mendatang

Pelatih Persebaya Aji Santoso mempersiapkan papan strategi sebelum sesi latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (4/3).

SIDOARJO (Jawa Timur)  − Belum ada kepastian kapan kompetisi kembali digulirkan. PSSI baru berencana memulai Liga 1 pada Februari tahun depan. Jika benar, tim pelatih Persebaya Surabaya akan melakukan persiapan.

’’Kalau Februari kompetisi dimulai, paling tidak Desember tim sudah harus latihan,’’ kata Aji Santoso, pelatih Persebaya. Bagi dia, persiapan menuju kompetisi sangat penting. Sebab, dia harus melihat sejauh mana kondisi pemain setelah libur panjang. ’’Minimal kami harus ada waktu dua bulan untuk latihan,’’ tambah Aji.

Namun, latihan bisa saja digelar lebih cepat. Sebab, Asprov PSSI Jatim berencana menggelar turnamen Januari mendatang. Saat ini, pihak asprov masih melakukan upaya agar turnamen bisa diselenggarakan. Aji tahu soal itu. Dia juga tidak menolak kalau memang ada turnamen sebelum Liga 1 dimulai. ’’Malah bagus ada turnamen pramusim sebelum kompetisi,’’ jelasnya.

Menurut dia, turnamen tersebut bisa jadi pemanasan sebelum turun di kompetisi sesungguhnya. Hanya, mantan pelatih Arema FC itu punya syarat. ’’Paling tidak dua pekan sebelum kompetisi berjalan, turnamen sudah selesai,’’ tambah pria asli Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut.

Jeda waktu dua pekan itulah yang bisa digunakan untuk recovery sebelum terjun di Liga 1.

Karena itu, Aji menganggap Desember jadi waktu yang pas untuk kembali menggelar latihan. Hanya, karena belum ada kejelasan, pelatih 50 tahun itu belum melakukan komunikasi dengan manajemen.

Manajer Candra Wahyudi tak menampik hal itu. Soal latihan, manajemen dan tim pelatih harus berembuk. Tapi, Candra belum punya gambaran kapan kembali menggelar latihan. Menurut dia, untuk saat ini, meliburkan skuad adalah opsi paling ideal.

Apalagi, dia belum tahu kapan kepastian dari PSSI diberikan. ’’Selama belum ada kejelasan, kami akan membuat suasana (tim) lebih tenang,’’ kata Candra. Pria asli Bojonegoro tersebut menjelaskan, menggelar latihan di tengah ketidakpastian malah akan membuat mental skuad anjlok.

Dia mencontohkan latihan yang dilakukan Agustus lalu. Saat itu, tim sudah bersiap untuk kompetisi yang rencananya digelar 1 Oktober. Tapi, setelah satu bulan berlatih secara intens, kompetisi malah ditunda.

’’Tentu kondisi seperti itu membuat suasana tim jadi tidak bagus. Makanya, kami putuskan libur dulu sampai ada kepastian,’’ jelasnya.

Saat ini, mayoritas pemain Green Force memilih pulang kampung. Empat pemain asing juga pulang ke negara masing-masing. Hanya pemain yang memang berdomisili di Surabaya atau Sidoarjo yang bertahan. Mereka yang paling siap jika latihan kembali digelar. (jpc/101kpfm)

289 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.