Dinkes Beri Layanan Kesehatan 24 Jam di Daerah Banjir

Bupati Kotim, H Halikinnor mengecek pelayanan yang diberikan petugas kesehatan kepada warga, belum lama ini

SAMPIT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan yang berada di puskemas yang terkena dampak banjir. Hal itu dilakukan analisis kebutuhan, termasuk obat-obatan dan bahan habis pakai.

“Sekarang ini petugas kesehatan terus memantau kondisi kesehatan warga yang terdampak banjir. Nakes memberikan pelayanan kesehatan terutama di Puskesmas yang terkena dampak banjir 24 jam,” ujar Plt Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, Senin (13/9).

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada warga dilakukan dengan sistim mobile yang dilakukan puskesmas. Semua itu dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan warga. Sampai saat ini belum ada laporan dari puskesmas terhadap tren kenaikan penyakit karena dampak dari banjir.

“Untuk persedian obat-obatan sekarang masih terpenuhi. Kami juga ada petugas piket yang melakukan koordinasi dengan petugas di lapangan,” terangnya.

Dia mengimbau, bagi warga yang terdampak banjir agar tidak ragu mengakses posko kesehatan 24 jam ini. Supaya korban banjir tidak mengalami gangguan kesehatan maupun mencegah terjangkit penyakit pasca banjir surut. “Warga tidak perlu ragu-ragu, silahkan mengakses layanan posko kami yang buka 24 jam,” tukasnya.

Mantan Direktur Akper Pemkab Kotim mengingatkan, pada warga pascabanjir agar menjaga kesehatan personal dan lingkungan. Kedua, jangan lupa untuk mengonsumsi air bersih serta menjaga makanan yang terkena banjir.

“Masyarakat juga harus menjaga kebersihan alat-alat makan. Karena curah hujan tinggi laksanakan 3M plus, tutup sarang nyamuk, barang bekas dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk),” katanya.

Terkait penyakit yang akan timbul pasca banjir, Umar mengatakan, yang paling rawan adalah penyakit kulit gatal, nyeri otot, diare dan penyakit saluran pernapasan. Seperti diketahui, kecamatan dilanda banjir yakni Antang Kalang, Telaga Antang, Tuwalan Hulu, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Parenggean, dan Kota Besi. (sli/ans/kpfm101)

39 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *