Vaksinasi Pelajar Dilaksanakan Bertahap

Kadisdik Kotim, Suparmadi mendampingi Bupati Kotim, H Halikinnor memantau pelaksanaan vaksinasi pelajar di beberapa sekolah di Kota Sampit, belum lama ini.

SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap seluruh siswa sekolah yang mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bisa dilaksanakan vaksinasi Covid-19. Namun keinginan itu tidak bisa dilaksanakan, lantaran  ketersediaan vaksin terbatas.

“Keinginan kami seluruh pelajar yang sudah memenuhi syarat vaksin, bisa segera divaksin. Tapi masalahnya stok vaksinnya tidak banyak. Jadi, mau tidak mau kita laksanakan vaksinasi pelajar secara bertahap,” ucap Kepala Disdik Kotim, Suparmadi. Senin (18/10).

Dikatakannya, dengan terbatasnya ketersediaan vaksin, terpaksa vaksinasi terhadap pelajar ber usia 12-17 tahun hanya dapat dilakukan di wilayah kota atau Sampit untuk sementara. Dia menyebutkan, jumlah vaksin ada sebanyak 8150 dosis, sementara untuk pelajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kotim mencapai 20 ribu orang. Sehingga jumlah vaksin yang ada saat belum mencukupi.

Pihaknya pun belum dapat memastikan tercapainya target vaksinasi bagi pelajar itu. Karena menurutnya tercapainya target itu tergantung dari ketersediaan vaksin.

“Jumlah vaksin yang ada tidak sebanding dengan jumlah pelajar. Jadi, untuk sekarang sasarannya dalam kota dulu,” kata Suparmadi.

Mantan Pj Sekda Kotim itu menuturkan, vaksinasi dilakukan untuk membentuk kekebalan tubuh bagi pelajar agar terhindar dari terpaparnya Covid-19 dengan tujuan dapat pembelajaran secara langsung di sekolah dapat dilakukan. Adapun untuk target tergantung pada ketersedian vaksin, pihaknya hanya menyediakan objeknya, terkait pelaksanaan itu ada dinas kesehatan.

Suparmadi menyebutkan, apabila vaksinasi pelajar di kota rampung, maka baru dilakukan untuk wilayah lain. “Setelah selesai didalam kota, silahkan sekolah mana aja yang mau dilakukan yang penting kami sudah menyerahkan datanya,” jelasnya.

Suparmadi menambahkan, terkait PTM yang dilaksanakan secara terbatas berjalan normal. Adapun PTM secara normal belum bisa dilakukan, karena masih menunggu keputusan bupati.

“Selain belum semuanya divaksinasi kami juga masih menunggu keputusan Bupati. Jadi sekarang masih PTM terbatas. Kita berdoa saja kalau tidak ada yang terpapar sehingga secepatnya bisa melaksanakan PTM secara penuh,” katanya. (sli/ans/kpfm101)

158 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.