Banyak Silaturahmi, Kunjungi Kuil Seribu Patung

WISATA RELIGI: Pengurus FKUB Kalteng saat mengunjungi seribu patung di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Catatan Perjalanan Konferensi Nasional FKUB di Tanjung Pinang

SAYA (penulis), baru kali ini mengikuti konferensi FKUB. Termasuk Ketua FKUB Kalteng Dr Bulkani. Saat keberangkatan, sempat muncul tanda tanya di benak saya. Bukankah FKUB ini tidak ada pengurus pusat? Lantas kalau konferensi, siapa yang mengatur jalannya sidang dan lain-lain. Eh, ternyata sudah ada asosiasi FKUB dan sudah ditunjuk ketua atau koordinatornya.

Dari jadwal tentative, konferensi pun cukup dahsyat. Sayangnya, yang hadir hanyalah setingkat dirjen. Dari unsur ormas besar pun semua diwakilkan. Konferensi terkesan jadi kurang bermakna. Hampir semua peserta konferensi berseloroh bahwa konferensi ini hanya sekadar silaturahmi.

Padahal peran FKUB sangat strategis. Mengonsolidasikan dan mengkondusifkan umat beragama. Semua pengurus FKUB daerah adalah ketua dan wakil ormas Islam yang ditunjuk. Artinya, perannya sangat penting, karena turut menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama.

Ada agenda sidang komisi. Namun hasil-hasil konferensi yang dihasilkan dari sidang komisi tahun lalu saja, masih ada yang belum direalisasikan. Di antaranya mendorong dan mengharapkan terbitnya keppres soal FKUB, yang tentunya lewat jalur-jalur kementerian sebagai payung hukum lembaga yang menaungi FKUB.

Untuk lebih memberi makna berada di daerah orang, akhirnya kami putuskan mendahului dari rencana panitia untuk menyempati melihat beberapa kawasan yang mengandung unsur religinya. Seperti mengunjungi masjid raya di Tanjung Pinang dan melihat kuil seribu patung.

Tanjung Pinang memang merupakan kawasan yang indah. Kepulauan ini dikelilingi laut dan banyak pulau kecil. Provinsi ini sangat Islami, walau masih ada warga yang menganut kepercayaan lain. Provinsi ini memiliki 5 kabupaten dan 2 kota. Yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Natuna, serta Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang.

H Anshar Ahmad yang ditunjuk sebagai gubernur termasuk politikus yang diterima di kalangan umat Islam di sana. Bahkan dalam sambutannya saat pembukaan konferensi, ia kerap menyitir ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan bacaan yang fasih. Tampaknya kalau mau jadi gubernur di sana (Kepulauan Riau) minimal harus qatam Al-Qur’an. Bagus lagi kalau hafiz Al-Qu’ran.

Kami berkesempatan mengunjungi masjid raya dan melaksanakan salat zuhur jama ashar di sana. Letak masjid ini sangat strategis. Didirikan di atas bukit. Dari masjid ini bisa melihat pemandangan yang indah sekeliling Kota Tanjung Pinang.

Namun kemegahan masjid ini tidak setara dengan kondisinya saat ini. Sepertinya kurang pemeliharaan. Sangat disayangkan. Cat dinding masjid sudah mulai kubas sana-sini. Kubahnya pun sudah tidak sehijau awal ketika masjid ini diresmikan. Ironinya, atap masjid pun sudah bocor. Kebetulan saat kami salat di masjid itu sedang turun hujan. Di beberapa pojok diletakkan ember untuk menampung tetesan air hujan.

Selepas dari masjid raya, kami sempatkan melihat kuil seribu patung, tempat religi umat Buddha. Pertama yang saya lihat adalah patung Buddha Sidharta Gautama. Wajah patung itu sangat jauh berbeda dengan wajah patung Buddha kebanyakan. Ternyata menurut penjelasan romo Dr Joko, patung Buddha tersebut merupakan patung Buddha versi umat Buddha Thailand, sehingga kelihatan agak kurusan.

Yang membuat saya berdecak kagum, hampir semua ornamen kuil dipahat dengan mahakarya nan indah. Tidak gampang memahat batu seperti itu. Begitu juga dengan seribu patung yang ada di dalam. Ternyata seribu patung itu merupakan patung-patung pemuka agama Buddha yang sudah mencapai tingkat tinggi. Kalau dalam Islam, sudah mencapai tingkat makrifatullah.

Ternyata kuil seribu patung ini dibangun oleh ummat Buddha keturunan China yang ada di Kepulauan Riau. Infonya, umat Buddha keturunan di Tanjung Pinang ini memang banyak yang kaya. Sehingga tidak sulit bagi mereka untuk membangun kuil indah yang penuh dengan karya seni tinggi seperti ini. (*/ce/ala/kpfm101)

204 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.