Jaringan Internet dan Komputer Menjadi Kendala

Sebagian Sekolah Terpaksa Menumpang saat Pelaksanaan ANBK

PALANGKA RAYA-Ribuan murid sekolah dasar (SD) negeri dan swastas di Palangka Raya mengikuti asesmen nasional berbasis kompetensi (ANBK). Asesmen ini diadakan untuk mengukur mutu pendidikan di tiap sekolah. Peserta yang mengikuti asesmen ini adalah murid kelas V yang tersebar di 117 SD di Kota Cantik ini.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya Jayani menyebut ada 117 SD yang melaksanakan ANBK serentak dan dibagi menjadi beberapa gelombang. Secara keseluruhan terdapat kurang lebih 2.600 anak didik yang mengikuti ANBK.

Jayani mengatakan, sejauh ini tidak terdapat keluhan dari pihak sekolah dalam proses persiapan. Meski demikian, terdapat beberapa sekolah yang menyelenggarakan ANBK dengan menumpang di sekolah lain. Tercatat ada delapan sekolah yang menumpang di sekolah lain untuk ANBK ini.

“Dari total 117 sekolah itu, ada beberapa sekolah yang sarana prasarananya terbatas, contohnya sekolah-sekolah yang tidak terjangkau sinyal internet,” ungkap Jayani kepada wartawan ketika meninjau pelaksanaan ANBK di SDN 1 Pahandut Seberang, Senin (24/10).

“Kami targetkan tahun depan sekolah-sekolah yang masih menumpang ini bisa mandiri melaksanakan ANBK,” tambahnya.

Terkait mata pelajaran yang diujikan untuk peserta, Jayani mengatakan tidak ada mata pelajaran dengan bidang pelajaran khusus yang diujikan, tapi menggunakan soal-soal ujian terintegrasi yang dapat memetakan kemampuan dasar anak didik berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi. Selain itu, ada juga survei lingkungan belajar yang hasilnya bisa digunakan sebagai pengukur kualitas sekolah.

“Jadi bukan hanya mengukur dari sisi murid saja, melainkan juga mengukur keseluruhan kualitas sekolah,” tuturnya.

Jayani menyebut, tujuan diselenggarakannya asesmen ini adalah untuk mengukur kemampuan dasar siswa dalam hal numerasi dan literasi. Anak didik kelas V menjadi sampel pengukuran, sehingga mereka lah yang menjadi peserta ANBK dari tiap sekolah.

“Ini sebetulnya untuk memetakan kemampuan peserta didik,” ucapnya.

Kendati demikian, tujuan asesmen tak hanya untuk mengukur kemampuan murid. Jayani mengatakan, asesmen ini juga dapat dijadikan tolok ukur dalam melihat kualitas sekolah. Seperti kualitas pengajar, kemampuan pengajar dalam menerapkan kurikulum, dan kemampuan melaksanakan proses pembelajaran. “Hasil dari ujian ini bukan hanya sebatas itu, tetapi juga dijadikan data rapor pendidikan sekolah yang menginformasikan suatu sekolah untuk menjadi data acuan dari kami (Disdik Kota Palangka Raya),” jelasnya.(kaltengpos/101kpfm)

198 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.