Inisiasi Penerbitan Al-Qur’an Terjemahan Bakumpai

Dari Syukuran Milad ke-70 KKB Kalteng

SYUKURAN: Sekda Kalteng H Nuryakin (kiri) mengikuti rangkaian acara peringatan milad ke-70 KKB Kalteng di Aula Darussalam, kompleks Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Kamis (23/2). INSET: Al-Qur’an terjemahan bahasa Bakumpai.

Peringatan milad ke-70 Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) dihadiri ribuan warga Bakumpai, baik yang berdomisili di Kota Palangka Raya maupun warga Bakumpai dari kabupaten-kabupaten di Bumi Tambun Bungai ini.

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

MILAD ke-70 KKB merupakan momentum yang akan menjadi tonggak sejarah. Telah ditandatangani nota kesepahaman kerja sama antara pengurus daerah KKB Kalteng dengan Balai Bahasa Kalteng, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalteng tentang penerjemahan Al-Qur’an ke bahasa Dayak Bakumpai.

Sekda Kalteng H Nuryakin ditunjuk dan dipercayakan sebagai ketua tim penerjemah, didampingi ahli penerjemah dari berbagai disiplin ilmu dan dibantu tim sekretariat, sebagaimana tertuang dalam surat keputusan pengurus daerah Kerukunan Keluarga Bakumpai Kalteng Nomor: 08/SK/PD-KKB/KT/II/2023.

Nuryakin menegaskan, penerbitan Al-Qur’an terjemahan bahasa Bakumpai adalah langkah yang tepat. Di samping melestarikan bahasa, juga menjaga marwah bahasa Bakumpai agar kemurnian dan keindahan tata bahasanya tetap terjaga.

“Ini momentum besar, kita telah menandatangani nota kesepahaman tentang penerbitan Al-Qur’an terjemahan bahasa Dayak Bakumpai. Warga Bakumpai di Kalteng sebagian besar mendiami wilayah sepanjang DAS Barito dan Tumbang Samba Kabupaten Katingan,” ucap ketua LPTQ Kalteng ini.

Sementara itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran berharap agar keluarga Bakumpai dapat terus bergerak dalam membantu pemprov membangun Bumi Tambun Bungai melalui kontribusi di berbagai aspek untuk mewujudkan visi Kalteng makin BERKAH.

“Besar harapan kami melalui momentum milad ke-70 KKB ini, seluruh warga Bakumpai yang ada di Kalteng dapat mengawinkan pemahaman, menjawet kebersamaan yang utuh untuk bersama-sama membangun Kalteng,” ucap Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui sambutan tertulis yang dibacakan Nuryakin di Aula Darussalam, kompleks Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya, Kamis (23/2).

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, warga Bakumpai di Kalteng berjumalah 135.297 jiwa, belum termasuk di Kalimantan Selatan dengan jumlah 20.609 jiwa, Kalimantan Timur 1.000 jiwa, serta warga Bakumpai yang berada di provinsi lain.

“Itu sensus 12 tahun lalu, tentu angkanya terus bertambah seiring berjalannya waktu, ini merupakan potensi besar bagi warga Bakumpai untuk ikut andil dalam pembangunan. Peningkatan SDM harus menjadi prioritas untuk menjawab tantangan era modern ini, khususnya transformasi digital. Harus ada warga Bakumpai yang berperan di semua sektor dan harus mampu menjadi agen perubahan, minimal di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Generasi milenial Bakumpai diajak untuk bisa mengimbangi perkembangan zaman sehingga tidak tergerus, terdegradasi, bahkan tercabut dari akar dan jati diri warga Bakumpai. Generasi muda merupakan tumpuan harapan untuk melestarikan adat istiadat dan budaya Bakumpai, merebut peluang menguasai IPTEK, dan tidak mengabaikan IMTAQ sebagai landasan kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucap Nuryakin yang juga menjabat wakil ketua KKB.

Sementara, Ketua KKB Pusat Yuni Abdi Nur Sulaiaman HB menekankan pentingnya merawat persatuan dan kesatuan dalam memasuki tahun politik jelang Pemilu 2024.

“Tahun ini kita sudah memasuki tahun politik, saya berharap agar kita tetap menjaga kebersamaan, keharmonisan, dan kesolidan. Berbeda pendapat itu wajar dan memang dihalalkan dalam demokrasi, berbeda adalah berkah dan indah, tapi jangan sampai perbedaan justru membawa kita kepada perpecahan,” katanya.

DI tempat yang sama, Ketua KKB Kalteng H Suriansyah Murhaini menyebut peringatan milad ke-70 KKB yang sebelumnya dilaksanakan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw merupakan wujud syukur terhadap eksistensi warga Bakumpai dan eksistensi organisasi KKB yang sudah dibentuk sejak tahun 1953 lalu.

“Tahun ini rangkaian milad KKB sangat luar biasa karena dilaksanakan pada banyak tempat mulai Marabahan, Palangka Raya, dan di kabupaten-kabupaten DAS Barito. Hal ini menunjukkan kita ada dan kita telah berbuat dan eksis serta konsisten untuk memberikan kontribusi positif di mana pun kita berada,” tutupnya. (*/mmc/ce/ala/kpfm)

92 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.