Pantang Menyerah Diganjar Satu Poin

Persipura vs Kalteng Putra

BERBAGI POIN: Pemain Kalteng Putra, Nozim Babadzhanov mencoba merebut bola dari pemain Persipura, Ramai Rumakiek.

PALANGKA RAYA-Oktavio Dutra menjadi penyelamat Kalteng Putra dari kekalahan saat bertandang ke markas Persipura Jayapura. Gol dengan sundulan kepala memanfaatkan sepak pojok di menit-menit akhir babak kedua membuat seisi Stadion Mandala terdiam. Skor 2-2 menjadi hasil akhir pertandingan pembuka putaran kedua Liga 2 musim 2023/2024, Kamis (2/11).

Sejatinya, Persipura mendominasi sepanjang jalannya pertandingan di babak pertama. Ketika laga baru berjalan lima menit, Persipura mendapat hadiah penalti, setelah penjaga gawang Kalteng Putra, Jandia Eka melakukan pelanggaran terhadap Enzo Celestine. Enzo yang dipercaya menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Skor berubah menjadi 1-0 dan bertahan hasil akhir babak pertama.

Keasyikan menyerang, Persipura justru kehilangan satu pemain setelah Yohanis Tjoe mendapat kartu merah pada menit 53”. Namun empat menit berselang, Kalteng Putra mencetak gol balasan lewat Armando Oropa. Tensi pertandingan menjadi sedikit memanas. Beberapa kali kedua tim terlibat kontak fisik yang berujung pelanggaran dan berbuah kartu.

Menit 73’, Stadion Mandala kembali bergemuruh. Enzo Celestine membuat brace melalui sundulan memanfaatkan umpan tendangan bebas Elisa Basna. Sebelum akhirnya kemenangan Persipura buyar saat Otavio Dutra mencetak gol di injury time.

Pelatih Kalteng Putra, Eko Tamamie merasa bersyukur karena target mencuri poin berhasil diraih. Menurutnya, pertandingan sore itu sangat luar biasa. Meski sempat dikagetkan dengan gol cepat tuan rumah melalui tendangan pinalti, tetapi ia tetap menerima keputusan wasit yang memimpin laga.

“Pertandingan sangat luar biasa, pemain kita tetap bangkit. Para pemain tampil luar biasa. Pantang menyerah sampai menit terakhir. Saya ucapkan terima kasih, karena tim sudah bermain dengan sangat baik,” ucapnya.

Sementara itu, pelatih Persipura Jayapura, Tony Ho menilai permasalahan timnya selama ini ada di lini pertahanan. Karena tidak mudah mencari pemain, maka pihaknya akan memaksimalkan materi pemain yang ada. Sebenarnya, dari awal Tony ingin pemain nomor 10, sebab pemain tersebut bisa menjadi kreator sekaligus mengatur ritme permainan. “Dari awal saya sudah katakan perlu mempersiapkan tim ini dengan baik, tetapi akhirnya dalam perjalanan kita bisa melihat bahwa kita melakukan kesalahan konyol. Seharusnya tidak terjadi dua gol dari tim lawan. Namun saya tetap mengucapkan terima kasih kepada para pemain, karena mereka sudah bekerja keras,” tuturnya. (ovi/ce/ram/kpfm)

75 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.