Perlu Andil Pemerintah agar Tak Punah

Merawat Anggrek Kalteng Tetap Lestari

PELESTARIAN: Toni menunjukkan berbagai jenis bunga anggrek di Jalan Semeru Kota Palangka Raya, Kamis (2/11). Foto: IRPAN JURAYZ/KALTENG POS

Bunga anggrek di Kalteng perlu dijaga kelestariannya. Bagaimana tidak? saat ini ada beberapa jenis anggrek yang sulit ditemukan. Bisa dikatakan masuk kategori langka atau di ambang kepunahan.  

IRPAN JURAYZ-DHEA, Palangka Raya

KETUA Cinta Anggrek Spesies Indonesia (CASI) Cabang Kota Palangka Raya Subhan menyebut keberadaan anggrek di Kalteng terancam punah jika tidak dilestarikan dan diperhatikan.

“Kalau hanya kami saja yang bergerak, tentunya tidak mampu. Selain karena keterbatasan waktu, kami juga kekurangan sumber daya manusia,” ungkapnya pada Kalteng Pos saat berbincang di taman rumahnya, Jumat (3/11).

Subhan mengatakan, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri untuk melestarikan tanaman anggrek. Harus ada perhatian dari pemerintah.

“Kami tidak bisa terus-menerus ke hutan untuk mencari jenis-jenis anggrek, karena kami juga punya pekerjaan utama. Terlebih jumlah kami yang tidak seberapa, tentu akan cukup sulit,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dukungan masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan dalam upaya pelestarian anggrek.

“Kalau menurut data para ahli, sebenarnya di Kalteng ini ada sekitar 2.500 jenis spesies anggrek, hanya saja yang sejauh ini ditemukan hanya 200 spesies. Jadi, yang sudah ditemukan hanya sebagian kecil,” paparnya.

“Di Kalteng ini, yang sudah masuk kategori langka adalah anggrek jenis buntut tikus,” sebutnya.

Sangat disayangkan pula, lanjutnya, jenis anggrek itu merupakan maskot fauna Kota Palangka Raya, tetapi tidak banyak orang yang tahu akan hal itu. Kendati demikian, hingga saat ini anggrek tersebut masih banyak dicari masyarakat. Selain karena bentuknya yang unik, juga merupakan anggrek khas Kalteng.

Selain itu, ada beberapa jenis anggrek lain, seperti anggrek mentangai, anggrek jenis dipodium, dendrobium, paraphalaenopsis laycockii, phalaenopsis, dan beberapa lagi. Hanya saja yang digemari ibu-ibu saat ini adalah anggrek yang berbunga besar dan berwarna.

“Orang itu tahunya anggrek yang bunganya warna ungu sama merah muda, padahal masih banyak yang juga tidak kalah bagusnya,” tuturnya.

Hutan Kalteng menyimpan ribuan jenis spesies anggrek. Beberapa di antaranya sudah dikenal hingga mancanegara.

“Oleh karena itu, mari kita kenali, kita sayangi, kita cintai, kita rawat, dan kita jadikan sebagai bunga kebanggaan, kebanggan Kalteng, kebanggaan Indonesia,” ungkapnya.

“Sehingga kami CASI sangat senang jika ada ibu-ibu PKK atau ibu-ibu Dharma Wanita yang bertanya-tanya mengenai anggrek. Karena kami bisa memberikan edukasi melalui sosialisasi agar mereka juga ikut melestarikan anggrek-anggrek yang ada di Kalteng ini,” terangnya.

Sembari sosialisasi terkait jenis-jebis anggrek, juga dijelaskan perihal bagaimana cara yang tepat memelihara tanaman anggrek.

“Memelihara anggrek itu tidak begitu sulit. Kami biasanya menerapkan penanaman anggrek dengan kokedama,” katanya.

Kokedama adalah teknik menanam dari Jepang yang menempatkan tanaman dalam bola tanah. Bola tanah tersebut terbuat dari lumut yang kemudian dibentuk seperti bola. Selanjutnya tanaman anggrek ditancapkan pada bola tanah tersebut.

Selain itu, bisa juga ditanam di batang pohon. “Yang di tanam di batang pohon ini yang lebih bagus, karena akan selalu dapat nutrisi dari pohon yang ditempati,” ucap Subhan. Oleh karena itu, menurut Subhan perawatan bunga anggrek tidak sebegitu sulit. Yang perlu diwaspadai adalah kutu gajah. “Karena kutu gajah bisa mematikan bunga anggrek. Tidak sedikit tanaman saya yang terkena kutu gajah hingga akhirnya mati,” jelasnya.

Anggrek spesies adalah anggrek yang hidup di alam liar dan terkenal sangat sulit untuk dibudidayakan. Namun, kesulitan itu tak menghalangi Fibriantoni untuk terus mengembangkan tanaman yang mulai langka itu.

Sejak duduk di bangku SMA, pria yang biasa dipanggil Toni itu sudah mengenal banyak jenis anggrek. Karena ayahnya bekerja di dinas kehutanan, maka ia sering melihat orang tuanya mengurus anggrek di rumah.

Saat bersekolah di Malang dan tinggal di kos-kosan, ibu pemilik kos ternyata sangat menyukai bunga anggrek. Alhasil ia pun ikut tertarik terhadap tanaman benalu tersebut.

Karena mulai muncul rasa suka, ia pun mulai mengumpulkan berbagi jenis anggrek dan menanamnya di kos.

“Padahal saya sudah sering melihat tanaman itu saat bersama almarhum orang tua, kebetulan ayah saya kerja di dinas kehutanan dan ibu saya sering berkebun. Namun ketertarikan justru muncul saat saya di Malang, sejak melihat ibu kos sering mengurus tanaman itu. Akhirnya tertarik dan mulai jadi penghobi bunga anggrek,” cerita Toni kepada Kalteng Pos di tempat ia menanam bunga anggrek di Jalan Semeru, Kota Palangka Raya, Kamis (2/11).

Sejak itu pria kelahiran Banjarmasin tersebut mulai mengoleksi aneka tanaman anggrek. Tak hanya dari Pulau Kalimantan, tetapi juga se-Indonesia. Tanaman anggrek punya beragam spesies. Bunganya bermacam-macam. Bahkan ada yang langka. Itulah yang menjadi daya tarik bagi pencinta anggrek. Tak heran jika Toni memiliki koleksi bunga anggrek dari Amerika Serikat.

Harga jual tanaman anggrek bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Jenisnya pun banyak. Ada anggrek tebu, anggrek bulan, anggrek kasut kumis, anggrek hitam, anggrek bulan bintang, dan sebagainya. Makin langka jenisnya, makin mahal pula harganya.

“Banyak anggrek yang dijual, mas. Harganya bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah,” sebutnya.

Hingga ia pulang dari pendidikannya di Pulau Jawa, pria lulusan farmasi itu tetap menggeluti dunia penganggrekan. Sampai ia memiliki puluhan koleksi anggrek.

Saking sukanya dengan bunga itu, putra dari pasangan Gerhard dan Ariani itu rela masuk ke hutan untuk menemukan jenis anggrek yang bagus. Karena sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah merupakan hutan yang merupakan habitat alami anggrek spesies. Hal ini membuat daerah tersebut menjadi tempat tumbuhnya bermacam anggrek. Pergi ke hutan dengan semangat untuk mencari induk anggrek yang cantik. Tak jarang, untuk mendapatkan satu indukan anggrek, ia harus menelusuri hutan belantara di berbagai daerah yang ada di Kalteng.

“Dulu sering masuk hutan, cuman beberapa jam sudah bisa keluar bawa anggrek, terus kami budidayakan dan kembangkan,” tutur Toni.

Bahkan suami dari Cristina itu sering mengoleksi anggrek langka dari para pencari anggrek.

“Saya beli dan rawat yang langka itu agar bisa tumbuh hidup, biar tetap lestari,” ucapnya.

Karena punya kesibukan lain, kini ia masuk hutan hanya untuk melakukan pendataan anggrek. Sekadar update perkembangan anggrek khususnya anggrek langka, agar bisa terus tumbuh di hutan Kalimantan.

“Ssekarang masuk hutan hanya untuk melihat bagaimana perkembangan anggrek di hutan dan menghitung jumlahnya,” katanya.

Menurutnya, harga jual tanaman yang satu ini bervariasi, tergantung kesulitan perawatan dan langka tidaknya. Misalnya, anggrek bulan bintang. Selain itu, ada beberapa jenis tanaman Kalimantan yang cukup terkenal, seperti anggrek hitam dan anggrek tebu.

Anggrek hitam termasuk dalam spesies anggrek yang banyak tumbuh di semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga daratan Papua.

“Habitat anggrek hitam mulai menyusut karena hutan yang makin menipis,” tegas Toni.

Selain itu, ada anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum) yang merupakan anggrek terbesar dan paling berat di antara jenis anggrek. Dalam satu rumpun dewasa, anggrek tebu dapat mencapai berat lebih dari 1 ton, memiliki panjang hingga 3 meter, dengan diameter sekitar 1,5-2 sentimeter. Itulah mengapa jenis ini layak menyandang predikat anggrek raksasa.

Toni mengaku sedih melihat habitat anggrek mulai berkurang seiring masifnya kerusakan hutan. Karena itu, ia berpesan kepada masyarakat Kalteng untuk menjaga dan melestarikan hutan Kalimantan. Sebab, ada banyak flora dan fauna yang hidup di dalamnya, termasuk tanaman anggrek. (*/ce/ala/kpfm)

188 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.