Jalan Terjal ke Pentas Dunia

LANGKAH Timnas PSSI U-23 melambung begitu tinggi. Asa Garuda Muda pun serasa terbang hingga ke langit juara Asia. Itu sangat pantas. Buktinya adalah dengan menaklukkan Timnas Korsel pada babak perempat final, belum lama ini.
Lolos ke semifinal Piala Asia 2024 itu saja adalah sejarah. Sejauh ini lompatan tim besutan Shin Tae Yong berbuah mulus untuk menjemput tiket mendunia. Selangkah lagi pasti lolos Olympiade, Paris 2024. Dan selangkah lagi adalah final dan juara Asia!
Berbekal dua kemenangan pada fase grup atas Australia (1-0) dan Jordania (4-1) membuat warga (+62) menyimpan mimpi besar lolos dari hadangan Uzbekistan. Apalagi satu kekalahan pada laga pembuka lawan Qatar macam “frank” sekaligus “kado” buat tuan rumah saja.
Rizki Ridho Dkk langsung tancap gas untuk menaklukan kebugaran pemain Asia Timur itu. Bahkan dalam tekanan yang bertubi-tubi dari Uzbekistan, Timnas U 23 sempat unggul melalui gol Ferari pada menit ke-60. Namun kemudian digagalkan oleh VAR (Video Assistance Referee).
Rupanya jalan mendunia itu masih terjal. Masih sulit untuk digapai. Langkah ke puncak juara Asia pun gagal. Itu setelah tim lawan dengan kekuatan penuh menyerbu lini pertahanan Timnas yang berlaga dengan 10 pemain minus sang kapten, akhirnya takluk dengan dua gol atas Uzbekistan.

Asa itu masih tetap ada jika berhasil menaklukkan Irak pada perebutan juara tiga Asia. Sejatinya jalan terjal menuju puncak sejarah itu terjadi di benua Asia saja. Namun rupanya kepak Garuda Muda tak mampu mengatasinya, setelah kalah dengan skor 1-2 dalam 120 menit.
Tiga jatah Asia ke Olympiade sudah lepas. Hanya tertinggal 0,5 atau ½ saja karena satu tiket harus diperebutkan dalam babak playoff dengan wakil dari Benua Afrika, Guenea. Untuk meraihnya Tim Merah Putih harus terbang ke Benua Eropah, tepatnya INF Clairefontaine, Perancis.
Laga ini jelas makin sulit. Perburuan satu tiket ini makin sengit. Apalagi beraroma pertaruhan gengsi antar Benua; Asia dan Afrika. Tak heran jika penyelenggara memastikan laga hidup mati ini berlangsung tanpa penonton. Kita tunggu saja pada Kamis (9/5), mendatang.
Yang pasti sampai sejauh ini; Garuda Muda masih ada. Mengepaklah Garuda Asia. Masih ada asa. Jalan masih tetap terjal. Tetaplah berjuang untuk kebanggaan Bumi Pertiwi. Terbanglah mengatasi wakil Afrika. Akankah tiket laga mendunia itu berlabuh di Benua Biru? Semoga! (ron/kpfmpalangkaraya.com)

86 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.