Walikota Siapkan 40 Proyek

Fairid Naparin

PEMERINTAHAN Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin dan Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah sudah mencapai 100 hari. Sejak dilantik akhir September tahun lalu mereka memaksimalkan kinerja dengan karya nyata. “Kuncinya adalah kebersamaan. Kami tidak hanya ngomong. Kami buktikan dengan bekerja. Kerja dan aksi nyata,” ujar Fairid kepada Kalteng Pos, kemarin.

Program yang nyata dan maksimal. Itulah tekad walikota muda ini. Ia meminta semua pihak bekerja loyal untuk menularkan semangat inovasi dalam pelayanan. Untuk itu mereka perlu masukan dari barbagai kalangan terutama masyarakat. Misalnya melalui program Layanan Aplikasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR).

Menurutnya lewat program ini, keluhan masyarakat ditampung, direspons, dan dijadikan tolok ukur untuk pelayanan dan pembangunan. “Di awal saya masuk, saya minta loyalitas kinerja, dan inovasi. Tidak usah muluk-muluk programnya. Yang ada (kecil atau besar,red) asalkan bisa berdampak positif bagi rakyat, itu yang dimaksimalkan,” jelas mantan ketua DPD KNPI Kalteng ini.

PERBAIKAN JALAN
Dalam perjalanan 100 hari yang sudah berlalu, banyak masukan dan saran. Paling utama adalah keluhan tentang jalanan di Kota Palangka Raya banyak rusak. Padahal Pemko masih defisit anggaran. Mereka siasati dengan komunikasi bersama instansi pemerintahan dan swasta. Terbukti, pada akhir tahun dia mampu melakukan normalisasi anggaran. “Dana itu digunakan untuk memperbaiki jalan,” terangnya.

Dan tahun ini, sudah dianggarakn 40 proyek perbaikan jalan akan digarap Dinas PUPR Kota Palangka Raya. Dananya Rp100 miliar lebih sudah dianggarkan. Fairid tak ingin egois dengan mementingkan ambisinya untuk menggebrak dengan catatan manisnya, mislanya pembangunan gedung bertingkat selayaknya kota-kota besar.

“Tapi jalannya rusak. Bagaimana saya bisa egois? Kasihan masyarakat. Saya fokus memperbaiki dan menata kota. Bukan untuk menunjukkan, ini peninggalan saya lho. Bukan itu. Tapi sekarang yang paling disoroti adalah infrastruktur. Kami tidak mengumbar janji. Ini yang kami lakukan. Buktinya, alhamdulillah tetap kondusif,” tegasnya.

Visi-misi mereka untuk membuat smart city, dengan konsep masyarakat cerdas, ekonomi cerdas, hingga lingkungan cerdas, perlahan direalisasikan. Di awal kepemimpinan, juga banyak yang meragukan. Tapi, Fairid tetap optimistis. Kota Palangka Raya bisa dibawanya lebih baik lagi. Terbukti, 100 hari kerja, rencana tata ruang wilayah kota (RTRWK) Palangka Raya yang 15 tahun tak selesai, mampu diselesaikannya.

“Palangka Raya ini, orangnya pintar-pintar. Berpendidikan. Tapi yang memimpinnya orang muda. Mungkin inilah jalannya. Namun, kami hanya bisa membuktikan. Merangkul semuanya dan memanajemen dengan baik. Tidak antikritik. Kami ingin membangun semuanya dan membuatnya lebih bagus. Doakan terus agar Kota Cantik ini bisa lebih baik lagi,” pungkas wali kota muda yang juga menjabat sebagai ketua DPD Golkar Palangka Raya ini. (ami/ce/ala)

 

687 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.