Kurang Efektif, Begini Kondisi Wastafel Portabel yang Disediakan

Wastafel Portabel di Pasar Kahayan sudah tak tersedia sabun, kemarin sore (28/3). (DENAR/KALTENG POS)

PALANGKA RAYA- Wastafel Portable yang disediakan Pemerintah kota Palangka Raya berada di beberapa sudut kota. Tersedia dari beberapa hari lalu untuk masyarakat agar mudah mendapatkan tempat bercuci tangan. Dari beberapa tempat cuci tangan nampaknya tidak terlalu efektif.

Pantauan Kalteng Pos (Grup Kaltengpos.co), wastafel portable di area Jalan G Obos XII, Kawasan Pasar Datah Manuah di Jalan Yos Sudarso dan Pasar Kahayan.

Untuk di Jalan G Obos XII sendiri, wastafel portabel terletak di pinggir jalan apabila kita mengarah ke arah Bundaran Kecil. Sabun yang tersedia hanya tinggal sedikit di dalam botol air mineral berukuran tanggung. Berbeda dengan di kawasan Pasa Datah Manuah. Dengan menggunakan tandon berukuran 750 liter. Sabun sudah tersedia dengan wadah yang rapi, begitu pun dengan wadah tisunya. Namun tidak ada isinya.

Rita, pedagang di kawasan pasar tersebut mengatakan, wastafel portable ini sudah berdiri sejakl hari Kamis (25/3) lalu oleh petugas pemadam kebakaran. Namun kondisinya, air merembes keluar dari saluran keran.

“Iya ini bocor, airnya keluar terus. Padahal sudah sejak dari hari dipasang telah diberi tahu ke petugas. Namun tidak direspon. Bahkan tadi pagi sewaktu mengisi air di tandon juga disampaikan, namun kata mereka nanti akan diperbaiki,” terangnya ketika ditemui Kalteng Pos di lokasi, Sabtu (28/3).

Lanjutnya, awalnya dirinya mengira ini merupakan air yang telah bercampur cairan antiseptik atau lainnya. “Jadi saat pertama di taruh di sini, banyak yang mencoba. Ternyata hanya air biasa,” bebernya yang ketika itu mencoba mencuci tangan.

Berbeda dengan satu tempat cuci tangan di area Pasar Kahayan. Wastafel portabel ini dikeluhkan oleh para pedagang sekitar, pasalnya sejak didirikan tempat cuci tangan untuk umum tersebut, belum ada disediakan sabun oleh pihak bersangkutan.

Bukan karena enggan atau tidak ada kepedulian warga untuk menyediakan sabun, namun dikhawatirkan bisa hilang atau dicuri. “Dari awal memang tidak ada sabunnya, jadi warga ada yang bawa sabun sendiri. Kalau ditaruh di situ takut ada yang usil mengambil sabun yang sudah disediakan,” ujar Arwan warga sekitar Pasar Kahayan.

Menurut Arwan, alangkah baiknya tempat cuci tangan tersebut dipasang tempat sabun yang dipasang permanen agar sabun nya tidak dicuri atau diambil orang,”Kalau dipasang permanen dengan tempatnya, kalau sabun habis bisa diisi swadaya oleh warga dan pedagang sini,” katanya. 

Editor :dar
Reporter : oiq/pra/ram

278 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.