Pak Mahfud Keluarkan Instruksi Penting Untuk Keamanan Syekh Jaber

Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Ricardo/JPNN

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD merespons kasus penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber di Lampung, Minggu (13/9).

Mahfud telah mengeluarkan instruksi kepada jajaran keamanan di Lampung segera mengusut kasus tersebut dan memublikasikannya. “Aparat keamanan Lampung supaya segera mengumumkan identitas pelaku, dugaan motif tindakan, dan menjamin bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara adil dan terbuka,” ujar Mahfud melalui keterangan resminya kepada awak media, Senin (14/9).

Mantan ketua menteri pertahanan itu menambahkan, Syekh Ali Jaber merupakan ulama yang banyak membantu pemerintah dalam amar makruf nahi mungkar dengan mendakwahkan Islam rahmatan lil alamiin. Sebagai contohnya ialah kesediaan Syekh Jaber membantu Satgas Covid-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak umat Islam melaksanakan ibadah di rumah pada masa awal pandemi virus corona. Menurut Mahfud, kedekatan Syekh Jaber dengan pemerintah bukan hanya pada masa Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi Syekh Ali Jaber adalah ulama yang aktif membantu pemerintah, yang bahkan pernah berceramah dan berbuka puasa bersama Presiden Joko Widodo, Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), dan pimpinan lembaga negara lainnya,” ujar dia. Lebih lanjut Mahfud mengatakan, penyerang Syekh Jaber merupakan musuh kedamaian. Pejabat asal Madura itu juga menyebut pelaku penyerangan sebagai perusak persatuan dan kesatuan.

“Pelaku penusukan adalah musuh kedamaian dan perusak kebersatuan yang memusuhi ulama sehingga harus diadili secara fair dan terbuka serta dibongkar jaringan-jaringannya yang mungkin ada di belakangnya,” beber Mahfud. Selain itu, Mahfud menegaskan bahwa pemerintah menjamin kebebasan ulama dalam berdakwah. Oleh karena itu, Mahfud menginstruksikan aparat keamanan melindungi ulama dalam berdakwah. “Saya menginstruksikan agar semua aparat menjamin keamanan kepada para ulama yang berdakwah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di era Covid-19,” ucap dia.(ast/jpnn)

42 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *