Jangan Percaya Hoaks Vaksinasi Covid

Plt Sekda Kotawaringin Timur, Suparmadi, foto bersama Plt Direktur RSUD Murjani Sampit, Drg Benyamin Kumila, Kamis (7/1) 

SAMPIT – Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat mewaspadai maraknya berita bohong atau hoaks terkait vaksinasi untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

“Terkait vaksinasi, sudah ikuti saja ketentuan dari pemerintah, jangan percaya hoaks,” kata Plt Sekda Kotim, Suparmadi, Selasa (7/1).

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi Dinas Kesehatan, tidak semua masyarakat bisa langsung mendapatkan vaksin Covid-19 karena sudah ada urutan-urutan dan prioritas penerima vaksin bagi tenaga kesehatan.

“Tidak setiap orang diawal bisa divaksin, karena itu untuk pelayanan tenaga medis lebih dulu jadi prioritas. Yang kedua itu ada batasan umurnya, sehingga tidak serta merta, karena jumlah di awalnya masih terbatas,” tutur Suparmadi.

Berdasarkan hal tersebut, Suparmadi mengingatkan, masyarakat tidak percaya hoaks. Jika menemukan ajakan atau berita meragukan agar melakukan pengecekan pada pemerintah.

Adapun, kata Suparmadi proses vaksinasi akan dilakukan medio Januari 2021 dengan target penerima pertama adalah tenaga kesehatan dan personel penunjang diseluruh fasilitas kesehatan yang menjadi garda terdepan penanganan pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Dr Faisal Novendra Cahyanto mengatakan,  vaksin Covid-19 akan diberikan gratis pada masyarakat berusia 18-59 tahun.

“Seluruh tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas dilibatkan sebagai tenaga vaksinator. 22 puskemas yang tersebar di setiap kecamatan sebagai tempat vaksinasi corona virus,” tegasnya.

Faisal mengimbau, masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak (3 M).

“Kami harap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan, meskipun sudah ada vaksin, angka kasus Covid-19 di Kotim  saat ini terus meningkat,” pungkasnya. (sli/kpfm101)

152 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *