Tiket Final Sepak Bola Ditentukan lewat Adu Penalti

Kotim vs Sukamara Bertemu di Partai Puncak 

Protes Tim Kota Palangka Raya Tak Ditanggapi Panitia

BERSITEGANG: Pemain Sukamara ditindih oleh pemain Palangka Raya pada pertandingan babak semifinal di Stadion 29 Nopember
Sampit, Kamis (3/8). Sukamara berhasil lolos ke final setelah menang adu penalti 5-3.

SAMPIT-Dua tiket final cabang olahraga (cabor) sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2023 harus ditentukan melalui adu penalti. Pasalnya, dua partai semifinal sepak bola yang digelar di Stadion 29 Nopember, Sampit, Kamis sore (3/8), berakhir dengan skor imbang selama waktu normal.

Diawali tim sepak bola Kabupaten Kotawaringin Timur yang meraih satu tiket final, harus berjuang hingga laga usai dan melewati adu penalti untuk mengakhiri perlawanan tim Kabupaten Kotawaringin Barat. Pada waktu normal 2 x 45 menit, kedua tim bermain imbang 2-2. Sekalipun Kotim sempat unggul duluan 2-0, Kobar mampu bangkit kembali hingga menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Karena berdasarkan hasil temu teknik tidak ada tambahan waktu, maka penentuan kemenangan lewat adu penalti. Empat eksekutor Kotim sukses menjebol gawan Kobar. Sementara, hanya 2 pemain Kobar yang berhasil merobek gawang Kotim. Dengan demikian, Kotim berhak lolos ke final setelah menang adu penalti dengan skor 4-2.

Pada partai semifinal kedua di tempat yang sama kemarin, tim Kota Palangka Raya harus mengakui keunggulan Sukamara lewat adu penalti dengan skor 3-5, setelah selama waktu normal 2 x 45 menit kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Walaupun sepanjang pertandingan sempat diwarnai kericuhan, dan tim Sukamara lebih mendominasi permainan, tetapi hingga laga usai, skor kaca mata alias 0-0 tidak berubah. Bahkan di babak pertama, ada beberapa peluang emas yang diciptakan tim Kota Palangka Raya, tetapi berhasil digagalkan penjaga gawang Sukamara yang tampil gemilang.

Usai pertandingan, pelatih Sukamara Agus Rianto meluapkan kegembiraan bersama anak asuhnya dengan melakukan selebrasi dan sujud syukur di tengah lapangan. Menurut Agus, tim Sukamara kali ini diperkuat para pemain Suratin 2017 lalu dan beberapa pemain berpengalaman, sehingga mereka bisa memenangkan pertandingan dan melangkah ke partai puncak.

“Ini merupakan perpaduan pemain Suratin kemarin, sehingga disiapkan untuk tampil di porprov kali ini,” kata Agus sambil menahan air mata bahagia karena tim asuhannya bisa melangkah ke final cabor sepak bola porprov 2023.

Menghadapi partai final, Jumat sore (4/8) pukul 15.00 WIB, Agus Rianto akan menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain tenang dan tidak mudah terpancing emosi, sekalipun lawan yang dihadapi adalah tim tuan rumah yang tentunya akan memiliki lebih banyak pendukung.

“Kami akan menyiapkan mental para pemain agar tidak terpancing pada laga final nanti, sekalipun lawan nanti adalah tuan rumah. Yang harus dijaga yaitu selama 2 x 45 menit,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih tim Kota Palangka Raya Edi Sibung lebih menyoroti kinerja tim screening pemain dari pihak panitia. Karena dari awal sudah ada pemberitahuan, bahwa pemain yang bisa tampil di Porprov XII adalah murni pemain lokal Kalteng, atau minimal sudah berdomisili di Kalteng selama satu tahun.

Namun fakta di lapangan, ada lebih dari tiga pemain Sukamara yang disinyalir baru satu bulan menetap di Sukamara dan mendapatkan kartu tanda penduduk (KTP) Sukamara. Nama-nama pemain yang dicurigai itu rata-rata merupakan kelahiran Semarang, Jawa Tengah dan kota-kota lain di Pulau Jawa.

Bahkan sebelum laga semifinal kemarin, tim Kota Palangka Raya sudah melayangkan protes resmi ke panitia. Dalam surat protes itu disebutkan ada tiga pemain Sukamara yang tidak memenuhi syarat tampil di porprov kali ini. Yaitu Egi Candra Erlangga Putra nomor punggung 6 (pemain yang terdaftar di Persip Pekalongan, kelahiran Semarang 1 September 2004), Arfan Arsa Putra nomor punggung 21 (pemain asal Semarang, kelahiran 21 Maret 2003), serta Muhammad Faddil Rizki Darmawan nomor punggung 22 (pemain yang terdaftar di tim Mahesa Jenar Muda, kelahiran Semarang 27 April 2004).

Ketua Asosiasi PSSI Kota Palangka Raya Fathul Munir melakukan protes keras di hadapan panitia di depan panggung utama tribun Stadion 29 Nopember. Surat protes resmi dari tim Kota Palangka Raya terkait pemain Sukamara yang diajukan sebelum pertandingan, tidak dijawab panitia. Bahkan aksi protes keras Fathul Munir itu disampaikan secara langsung di hadapan panitia dan penonton yang rata-rata pejabat, seperti Bupati Sukamara Windu Subagio dan pejabat lainnya. Termasuk beberapa panitia yang masuk tim skrining pemain dan beberapa anggota panitia.

Salah satu tim skrining pemain yang dihubungi tadi malam, Budiyantoro, belum menjawab pesan singkat yang dikirim wartawan melalui WhatsApp.

Sementara itu, cabang olahraga balap sepeda road criterium diikuti 8 kontingen, yakni Palangka Raya, Kotim, Pulang Pisau, Seruyan, Kapuas, Bartim, Katingan, dan Kobar. Pada road criterium ini memliki 7 kategori yaitu men master A, women youth, men youth, women open, men junior, men master B, dan men elite.

Pada kategori men master A, medali emas dan perak diraih atlet Palangka Raya, sementara medali perunggu didapatkan atlet Katingan. Kemudian pada kategori women youth, medali emas diraih atlet Palangka Raya, medali perak didapatkan Pulang Pisau, dan medali perunggu diamankan Kapuas. Untuk kategori men youth, kontingen Palangka Raya meraih emas, Kotim meraih perak, dan Kapuas mendapatkan perunggu.

Untuk kategori women open, Palangka Raya meraih emas dan perak, sementara perunggu didapatkan Kotim. Di kategori men junior, Kapuas mendapatkan emas dan perak, sementara perunggu diamankan Palangka Raya. Kategori men master B, kontingen Palangka Raya meraup emas dan perak, sedangkan perunggu didapatkan Kotim. Lalu pada kategori men elite, Palangka Raya meraih emas dan perak, sementara perunggu didapatkan Kotim. (ens/ce/kpfm)

205 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.