Penumpang Pesawat dan Kapal Laut Melonjak

398 Pemudik Gratis Berangkat dari Pelabuhan Kumai

PALANGKA RAYA – Kurang dari sepekan menjelang Lebaran, pergerakan pemudik jalur udara, darat, maupun laut makin terlihat. Khusus untuk penumpang pesawat dan kapal laut mengalami lonjakan sejak awal April lalu. Ribuan pemudik tercatat telah meninggalkan Kalteng melalui bandar udara (bandara) dan pelabuhan laut.

Executive General Manager KC Bandara Tjilik Riwut, Angkasa Pura II Palangka Raya, Ardha Wulanigara mengatakan, sejak awal April peningkatan penumpang sudah mulai terlihat. Jika pada hari biasa jumlah penumpang berkisar 1.400 hingga 1.600 orang, mendekati hari raya Idulfitri naik menjadi 1.800 hingga 2.000 penumpang.

“Bahkan pada hari Rabu tanggal 3 April 2024 jumlah penumpang mencapai 2.100, sejauh ini lebih banyak yang berangkat atau keluar dari Palangka Raya,” ucap Ardha kepada wartawan, Kamis (4/4).

Selain itu, dalam menghadapi puncak arus mudik Lebaran yang diperkirakan akan terjadi H-4, Angkasa Pura II Palangka Raya telah berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait, mengadakan posko gabungan untuk memonitoring angkutan Lebaran yang akan dimulai 3-18 April 2024.

Kemudian dari sisi pelayanan, pihaknya telah menyediakan dan memastikan kebutuhan penumpang, seperti trolley, toilet yang bersih dan kering, nursery room atau tempat menyusui bayi, serta mesin X-ray yang berfungsi memeriksa barang bawaan penumpang demi keamanan dan kenyamanan bersama. Selain itu, ada pola pengaturan antrean penumpang agar tidak terjadi penumpukan.

“Untuk mengantisipasi puncak arus mudik di bandara, dari sisi keamanan kami telah membuka posko monitoring angkutan Lebaran, bekerja sama dengan TNI, Polri, Basarnas, Dishub, dan Pol PP,” tambahnya.

Kemudian untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang, pihak pengelola Bandara Tjilik Riwut menambah dua maskapai dengan tujuan penerbangan Jakarta dan Surabaya. Maskapai yang melayani penerbangan rute itu adalah Batik Air dan Lion Air. Ardha menambahkan, mengenai harga tiket tergantung pihak maskapai. Itu dapat dipantau melalui aplikasi pembelian tiket secara online.

Sementara, lonjakan arus mudik juga terjadi di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Ratusan penumpang kapal tujuan Surabaya maupun Semarang mulai diberangkatkan. Baik yang reguler maupun arus mudik gratis, secara bertahap diberangkatkan. Begitu pula yang dilepas oleh Penjabat Bupati Kobar Budi Santosa, Kamis (4/4). Sebanyak 398 penumpang gratis itu diberangkatkan menggunakan kapal milik Dharma Lautan Utama (DLU).

Menurut Pj Bupati Kobar Budi Santosa, pihaknya ingin memastikan semua pemudik bisa mudik. Untuk itu, pelayanan yang diberikan oleh operator harus maskimal dan cepat tanggap. Para pemudik juga diimbau mengikuti aturan selama perjalanan.

“Kami juga memastikan pelayanan yang diberikan pihak kapal sesuai aturan, termasuk dari segi keselamatan. Pengakuan kapten kapal, sejauh ini masih aman terkendali. Kami harapkan pelayanan yang bagus selama arus mudik,” tegasnya.

Terpisah, Kepala DLU Kumai Agus Supriyanto mengungkapkan, hingga kemarin (4/4) total penumpang yang diberangkatkan berjumlah 15.000 orang. Hingga hari H nanti, diperkirakan masih ada penumpang yang belum terangkut sebanyak 11.000 orang. “Kami masih perkirakan ada sekitar ribuan orang yang nanti akan berangkat pada H-1. Kami senantiasa memberikan pelayanan yang maksimal,” ujarnya.

Kepala UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara) Iskandar Pangkalan Bun Budi Setiawan menambahkan, arus mudik jalur udara terus mengalami peningkatan. Diperkirakan ada 1.900 hingga 2.200 penumpang yang diberangkatkan tiap hari. Lonjakan pergerakan penumpang itu terjadi sejak 3 April. Diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 60 persen dari tahun sebelumnya. Puncaknya akan terjadi pada Sabtu (6/4), khusus untuk tujuan Surabaya dan Semarang.

“Kami pastikan lonjakan akan masih terus terjadi sampai H-1 jelang Lebaran,” tuturnya.

Stasiun WA Gara Rutin Periksa Kondisi Kendaraan

Menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini, transportasi umum darat dicek kondisi mesinnya, lampu, dan rem. Bahkan kesehatan para sopir. Hendra Surya selaku Koordinator Satuan Pelayanan (Koorsatpel) Terminal Tipe A WA Gara mengatakan, pengecekan kendaraan itu dalam rangka persiapan mudik Lebaran. Hal pertama yang dicek adalah administrasi atau surat-surat kendaraan.

“Untuk persiapan mudik ini kami cek pajak, STNK, dan kir. Meskipun sudah pernah dilakukan kir, kami tetap mengecek kelengkapan lain seperti viper, lampu reting, dan lainnya. Kami juga cek kesehatan crew, memastikan mereka benar-benar sehat dan siap untuk perjalanan,” ujar Hendra, Kamis (4/4).

Dikatakab Hendra, pengecekan kendaraan bertujuan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya selama momen mudik Lebaran.

“Pengecekan ini untuk mengurangi angka lakalantas. Surat-surat pengemudi juga harus lengkap. Jadi, keselamatan para penumpang betul-betul diperhatikan, sehingga mudik masyarakat tahun ini aman dan lancar,” tuturnya.

Para sopir diimbau untuk mematuhi aturan berlalu lintas, mengikuti rambu rambu lalu lintas maupun arahan petugas di jalan.

“Kami berharap para sopir mematuhi rambu-rambu lalu lintas selama perjalanan dan mengiuti arahan petugas,” tambahnya.

Setelah dilakukan pengecekan, petugas memasang stiker pada kaca depan kendaraan. “Setelah kendaraan itu dinyatakan fit, kami tempel stiker, tetapi kalau belum lengkap, kami arahkan untuk melengkapi dahulu,” tutup Hendra. (mut/irj/son/ce/ala/kpfm)

105 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published.